Notification

×

Iklan

CCTV Klaim Jepang Latih Serangan terhadap Liaoning

Senin, 29 Juni 2026 | 19:45 WIB Last Updated 2026-06-29T12:45:00Z

Kapal induk Liaoning.

Jakarta, Rakyatterkini.com – Media pemerintah China, CCTV, menuding militer Jepang melakukan simulasi serangan terhadap kapal induk Liaoning milik Angkatan Laut China, saat melaksanakan latihan di sejumlah kawasan perairan, termasuk Laut China Selatan dan Pasifik Barat.

Dalam unggahan di akun resmi Sina Weibo yang dikutip Global Times pada Senin (29/6/2026), CCTV menyebut tindakan Jepang sebagai langkah yang berani karena disebut telah mensimulasikan serangan terhadap kapal induk Liaoning.

Unggahan itu juga menampilkan video yang memuat pernyataan komentator CCTV, Teng Jianqun. Ia mengatakan Jepang selama ini terus mengikuti, memantau, serta mendokumentasikan setiap pergerakan armada Angkatan Laut China yang berlayar menuju Pasifik Barat.

Menurut Teng, pola pengawasan Jepang terhadap armada maritim Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) belakangan mengalami perubahan. Jika sebelumnya hanya melakukan pemantauan dari jarak tertentu, kini kapal dan pesawat Jepang disebut bergerak semakin dekat dengan formasi militer China.

CCTV juga mengutip laporan media Jepang yang menyebut Negeri Sakura melakukan sejumlah simulasi serangan yang ditujukan kepada armada China. 

Dalam laporan tersebut disebutkan kapal perang dan pesawat PLA berada dalam status siaga tinggi dengan instruksi untuk merespons secara cepat apabila situasi meningkat menjadi konflik.

Sebelumnya, pada 22 Juni, gugus tempur kapal induk Liaoning dilaporkan telah kembali ke pangkalan setelah menyelesaikan latihan tempur selama lebih dari 40 hari. 

Selama latihan berlangsung, armada tersebut beroperasi di berbagai wilayah laut dan udara, termasuk Laut China Selatan dan Pasifik Barat.

Rangkaian latihan itu mencakup berbagai skenario operasi militer, seperti manuver gabungan antara kekuatan laut dan pantai, operasi penerbangan pesawat tempur berbasis kapal induk, latihan pencarian serta penyelamatan, hingga simulasi konfrontasi terpadu.

Dalam konferensi pers Kementerian Pertahanan Nasional (MND) China pekan lalu, seorang jurnalis menyinggung dugaan tindakan kapal dan pesawat Jepang yang beberapa kali mendekati gugus tempur Liaoning selama latihan berlangsung. 

Sejumlah pengamat menilai langkah tersebut merupakan tindakan provokatif yang bertujuan memperkuat narasi mengenai "ancaman China".

Menanggapi hal tersebut, juru bicara Kementerian Pertahanan China, Zhang Xiaogang, mengatakan pihaknya telah mempublikasikan informasi mengenai latihan militer tersebut, termasuk rekaman yang memperlihatkan respons terhadap kapal dan pesawat Jepang yang disebut mendekati formasi Liaoning.

Zhang menegaskan pihaknya meminta Jepang menghentikan tindakan yang dinilai dapat mengganggu aktivitas latihan militer China.

Di sisi lain, pemerintah Jepang membantah tuduhan telah mengganggu latihan kapal induk China. Tokyo menegaskan seluruh aktivitas militer yang dilakukan semata-mata bertujuan menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah Jepang.

Kementerian Pertahanan Jepang menyatakan Pasukan Bela Diri akan tetap menjalankan pengawasan serta pemantauan di wilayah laut dan udara sekitar Jepang secara profesional dengan mengutamakan aspek keselamatan. (da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update