Notification

×

Iklan

BBM Langka di Bangkalan, Antrean Kendaraan Mengular

Sabtu, 27 Juni 2026 | 11:21 WIB Last Updated 2026-06-27T04:21:00Z

Antrean BBM 

Jakarta, Rakyatterkini– Krisis pasokan bahan bakar minyak (BBM) melanda Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur. 

Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di berbagai kecamatan terpaksa menghentikan operasional sementara karena kehabisan stok, sehingga memicu antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU yang masih beroperasi.

Situasi semakin sulit setelah diberlakukan pembatasan nilai maksimal pembelian BBM bagi kendaraan roda empat, termasuk truk yang mengisi biosolar. 

Kebijakan tersebut membuat antrean kendaraan semakin padat.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kemacetan terjadi di sejumlah ruas jalan utama yang mengarah ke SPBU. Salah satu lokasi dengan kondisi terparah berada di SPBU Junok, Bangkalan. 

Ratusan sepeda motor dan mobil memenuhi area hingga meluber ke badan jalan, menyebabkan arus lalu lintas dari arah berlawanan ikut tersendat.

Untuk mengurangi kepadatan, aparat kepolisian diterjunkan ke lokasi guna mengatur lalu lintas. 

Petugas memberlakukan penghentian sementara kendaraan yang hendak masuk ke area SPBU secara bergantian agar antrean tidak semakin panjang dan kemacetan dapat dikendalikan.

Sementara itu, di SPBU yang berada di pusat Kota Bangkalan, antrean mobil dilaporkan memanjang hingga mencapai kawasan depan Stadion Gelora di sisi utara.

Salah seorang pengendara mobil, Ardi, mengaku telah berkeliling ke beberapa SPBU sebelum akhirnya menemukan tempat yang masih memiliki stok BBM.
"Saya sudah ke SPBU Alang-alang, Kamal, dan Keleyan, tetapi semuanya kehabisan BBM. 

Saat sampai di SPBU Junok, kondisinya macet total dan antreannya sempat dihentikan polisi. Akhirnya saya memilih mengantre di SPBU kota. Kelangkaan BBM ini sudah berlangsung sekitar satu minggu hingga sepuluh hari," ujarnya, Jumat (26/6/2026).

Sebagian besar pengendara yang mengantre berasal dari berbagai kecamatan di Bangkalan, seperti Kecamatan Tragah hingga Kecamatan Sepulu. 

Mereka rela menempuh perjalanan ke pusat kota karena SPBU di wilayah tempat tinggal mereka sudah tidak memiliki pasokan BBM selama beberapa hari terakhir.

Akibat kondisi tersebut, para pengendara harus menunggu lebih dari satu jam untuk mendapatkan giliran mengisi bahan bakar di SPBU yang masih beroperasi.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update