Notification

×

Iklan

Alizar Tanjung Terpilih Pimpin IKAPI Sumbar 2026-2031

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:46 WIB Last Updated 2026-06-28T07:46:00Z

Peserta Musyawarah Daerah (Musda) IKAPI Sumbar foto bersama

Padang, Rakyatterkini.com – Alizar Tanjung resmi terpilih sebagai Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Provinsi Sumatera Barat untuk masa bakti 2026–2031 dalam Musyawarah Daerah (Musda) IKAPI Sumbar yang digelar pada Sabtu (27/6/2026).

Pemilihan yang berlangsung di ruang Teater Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kota Padang berlangsung ketat. Alizar berhasil mengungguli pesaingnya, Novic Ferial, dengan selisih satu suara. Alizar memperoleh 25 suara, sedangkan Novic mengantongi 24 suara.

Ketua sidang, Armaidi Tanjung, menyatakan bahwa berdasarkan hasil pemungutan suara tersebut, Alizar Tanjung sah ditetapkan sebagai Ketua IKAPI Sumatera Barat untuk periode lima tahun mendatang.

Selain menetapkan ketua, peserta Musda juga menyepakati pembentukan tim formatur yang bertugas menyusun kepengurusan lengkap organisasi. 

Tim tersebut terdiri dari tujuh orang, yakni Alizar Tanjung sebagai ketua formatur, didampingi Novic Ferial, Armaidi Tanjung, Resthy Anggreta Sari, Heru Sumaryanto, Engriyo, dan Ilham.

Armaidi menjelaskan, tim formatur diberi waktu selama 15 hari untuk merampungkan struktur kepengurusan IKAPI Sumbar periode 2026–2031.

Musda IKAPI Sumbar dibuka oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumatera Barat, Jumaidi. Acara tersebut juga dihadiri Ketua IKAPI Sumbar periode 2021–2026, Purwadi, serta perwakilan dari 60 penerbit yang beroperasi di Sumatera Barat.

Dalam sambutannya, Jumaidi menekankan bahwa IKAPI memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan budaya baca masyarakat. Menurutnya, penerbit menjadi penghubung antara penulis dengan pembaca melalui proses penerbitan dan distribusi buku ke toko buku, perpustakaan, maupun langsung kepada masyarakat.

Ia menilai keberadaan IKAPI tidak dapat dipisahkan dari upaya membangun literasi. Menurutnya, tanggung jawab meningkatkan budaya literasi bukan hanya berada di tangan Dinas Perpustakaan, melainkan juga melibatkan berbagai pihak karena kegiatan membaca dapat dilakukan di berbagai tempat dan kesempatan.

Jumaidi berharap kepengurusan baru mampu menghadirkan berbagai inovasi untuk memperkuat gerakan literasi di Sumatera Barat. Ia juga mengingatkan agar para penerbit tidak merasa terancam dengan perkembangan teknologi digital.

Menurutnya, di sejumlah negara maju, penggunaan buku cetak mulai kembali meningkat sebagai media pembelajaran di sekolah maupun perguruan tinggi. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa buku tetap memiliki peran penting dalam dunia pendidikan.

Sementara itu, Alizar Tanjung mengatakan bahwa langkah pertama yang akan dilakukan setelah terpilih adalah menyelesaikan susunan kepengurusan secara lengkap. Setelah itu, pihaknya akan menyusun program kerja lima tahun ke depan dengan melibatkan seluruh pengurus yang telah ditetapkan.

Direktur Rumahkayu Pustaka Utama tersebut menambahkan, salah satu fokus utama kepengurusannya adalah memperluas kerja sama dengan pemerintah daerah, institusi pendidikan, serta berbagai pihak lainnya guna mendorong pertumbuhan industri penerbitan di Sumatera Barat agar semakin berkembang.

Dalam rangkaian Musda tersebut, tujuh penerbit juga menyerahkan donasi sebanyak 77 buku kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang yang diwakili oleh Nurpitri. 

Ketujuh penerbit yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut adalah Pustaka Artaz, Afifa Utama, Jasa Surya, Suri, Langsung Terbit, Brimeta Publisher, dan UMSB Press.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update