Notification

×

Iklan

19 Buruh Pabrik di Lamongan Diduga Keracunan Gas

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:18 WIB Last Updated 2026-06-05T19:18:00Z

Belasan buruh pabrik dirawat di rumah sakit

Jakarta, Rakyatterkini.com– Sebanyak 19 pekerja dari PT Bumi Menara Internusa (BMI) di Kabupaten Lamongan harus mendapatkan penanganan medis setelah diduga mengalami keracunan gas pada Jumat (5/6/2026). Para korban dilaporkan mengalami sesak napas parah disertai kondisi tubuh yang melemah.

Peristiwa ini diduga dipicu oleh kebocoran gas berbahaya di area produksi pabrik, yang menyebabkan keracunan massal di lingkungan kerja tersebut.

Seluruh korban segera dievakuasi dan saat ini menjalani perawatan intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSI Nashrul Ummah Lamongan. Selain sesak napas dan lemas, beberapa pekerja juga mengalami gejala seperti pusing hebat, mata perih dan berair, hingga iritasi pada saluran pernapasan.

Humas RSI Nashrul Ummah Lamongan, Irmayanti, menyampaikan bahwa pihak rumah sakit menerima para pasien yang merupakan karyawan aktif PT BMI setelah sebelumnya sempat memperoleh penanganan awal di klinik perusahaan.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis serta keterangan dari korban yang masih sadar, kuat dugaan terjadi kebocoran gas di ruang produksi. Akibat paparan gas tersebut, para pekerja langsung merasakan gejala seperti mata perih dan berair, tenggorokan kering, hingga kesulitan bernapas.

Dari total 19 pekerja yang dirawat di IGD, enam orang harus menjalani rawat inap karena kondisi fisik yang masih lemah dan membutuhkan pengawasan medis serta bantuan oksigen. Sementara itu, 13 pekerja lainnya yang kondisinya mulai membaik diperbolehkan menjalani perawatan jalan.

Di sisi lain, aparat kepolisian dari Polsek Deket bersama tim identifikasi Polres Lamongan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di area pabrik PT BMI.

Kapolsek Deket, AKP Akhmad Khusen, menyatakan bahwa hingga kini jenis gas yang bocor maupun penyebab pasti kejadian tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Lokasi kejadian juga telah dipasangi garis polisi untuk mendukung proses penyelidikan lebih lanjut.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update