Notification

×

Iklan

Warga Grobogan Tewas Tersengat Listrik Saat Bantu Renovasi Rumah

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:15 WIB Last Updated 2026-05-14T16:15:00Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com - Seorang warga bernama Hirmanto (46), warga Desa Dokoro, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, meninggal dunia setelah tersengat listrik bertegangan tinggi saat membantu renovasi rumah tetangganya, Kamis (14/5/2026).

Kapolsek Wirosari AKP Saptono Widyo Hariyanto menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi ketika korban naik ke atap rumah untuk memotong kawat besi yang digunakan sebagai pengikat tiang antena pemancar sinyal setinggi sekitar 17 meter. Saat kejadian, Hirmanto bersama sejumlah warga lain memang sedang bergotong royong membantu renovasi rumah milik Juwoto.

Namun, setelah kawat berhasil dipotong, tiang antena yang terbuat dari besi itu kehilangan keseimbangan dan kemudian roboh. Nahasnya, tiang tersebut jatuh dan mengenai kabel listrik utama milik PLN.

“Pada saat itu tangan kiri korban masih memegang kawat besi yang terhubung dengan tiang. Akibatnya, korban langsung tersengat listrik dan terjatuh ke tanah,” ujar AKP Saptono, Kamis (14/5/2026).

Warga yang berada di sekitar lokasi sempat panik setelah terdengar suara ledakan keras disertai percikan api akibat korsleting listrik. Api bahkan sempat menyambar dan membakar sebagian dinding kayu rumah sebelum akhirnya berhasil dipadamkan secara mandiri oleh warga.

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan oleh perangkat desa setempat, Mulyadi, kepada pihak kepolisian. Petugas Polsek Wirosari bersama Tim Inafis Polres Grobogan serta tenaga medis dari Puskesmas Wirosari II segera datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan dua batang tiang antena besi dengan panjang total sekitar 17 meter, perangkat router pemancar sinyal yang hangus terbakar, serta bagian depan kiri rumah yang ikut mengalami kerusakan akibat kebakaran.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban mengalami luka bakar parah hampir di seluruh tubuh, mulai dari kepala, punggung, hingga kaki. Bagian paling parah terdapat pada lengan dan telapak tangan kiri yang diduga menjadi titik kontak langsung dengan arus listrik.

Petugas memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban. Pihak keluarga pun menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah kemudian diserahkan untuk dimakamkan.

Kapolsek Wirosari mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat bekerja di sekitar jaringan listrik, terutama jika menggunakan material logam seperti tiang antena atau sejenisnya.

“Pastikan ada jarak aman atau koordinasi dengan pihak terkait jika pekerjaan berpotensi mengenai jaringan listrik utama, untuk mencegah korsleting maupun korban jiwa,” pungkasnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update