Notification

×

Iklan

TPT Sumbar 2026 Turun Jadi 5,51 Persen, Masih Tertinggi Ketiga di Sumatera

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:45 WIB Last Updated 2026-05-08T19:45:00Z

Pameran lowongan kerja yang ramai diikuti pencari kerja.

Padang, Rakyatterkini.com — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Sumatera Barat pada Februari 2026 berada di angka 5,51 persen. 

Angka ini memang lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, namun Sumbar masih menempati posisi ketiga tertinggi di Pulau Sumatera, setelah Kepulauan Riau dan Aceh.

Kepala BPS Sumatera Barat, Nurul Hasanudin, menjelaskan bahwa terjadi penurunan TPT sebesar 0,18 persen poin dibandingkan Februari 2025. Meski demikian, tingkat pengangguran di daerah tersebut masih tergolong cukup tinggi jika dibandingkan dengan provinsi lain di Sumatera.

“Dari setiap 100 orang angkatan kerja, sekitar lima hingga enam orang masih belum mendapatkan pekerjaan. Walaupun ada perbaikan dari tahun sebelumnya, tantangan dalam menyerap tenaga kerja di Sumbar masih cukup besar,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).

Ia menambahkan, pengangguran mencakup penduduk berusia 15 tahun ke atas yang tidak bekerja tetapi sedang mencari pekerjaan, mempersiapkan usaha, sudah diterima kerja namun belum mulai bekerja, atau merasa tidak memiliki peluang kerja.

BPS juga mencatat adanya perbedaan berdasarkan gender. Tingkat pengangguran perempuan pada Februari 2026 mencapai 5,60 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan laki-laki yang berada di angka 5,44 persen.

Namun jika dibandingkan tahun sebelumnya, keduanya sama-sama mengalami penurunan. TPT laki-laki turun 0,21 persen poin, sedangkan perempuan turun 0,14 persen poin.

Dari sisi wilayah, angka pengangguran di perkotaan masih jauh lebih tinggi dibandingkan pedesaan. TPT di wilayah kota tercatat 6,83 persen, sementara di desa hanya 3,83 persen.

“Di perkotaan, jumlah pencari kerja lebih banyak dan tingkat persaingan juga lebih ketat dibandingkan di wilayah pedesaan,” jelas Nurul.

Berdasarkan tingkat pendidikan, lulusan Diploma I, II, dan III menjadi kelompok dengan pengangguran tertinggi, yakni 9,84 persen. Disusul lulusan Diploma IV hingga jenjang doktor dengan 8,48 persen, serta lulusan SMA sebesar 7,19 persen.

Sementara itu, tingkat pengangguran paling rendah berasal dari lulusan SD ke bawah, yaitu hanya 2,25 persen.

Dari segi kontribusi, lulusan SMA menjadi penyumbang terbesar angka pengangguran di Sumbar dengan porsi 31,99 persen. Sedangkan lulusan Diploma I, II, dan III merupakan kelompok dengan kontribusi paling kecil, yakni 6,79 persen.

Nurul menegaskan bahwa kondisi ini menunjukkan perlunya penyelarasan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia serta keterampilan yang sesuai pasar kerja menjadi kunci untuk menekan angka pengangguran ke depan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update