Notification

×

Iklan

Sumbar Dorong Penguatan Ekonomi Syariah Terintegrasi

Minggu, 24 Mei 2026 | 19:45 WIB Last Updated 2026-05-24T12:45:00Z

Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah

Padang, Rakyatterkini.com — Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah mendorong penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah yang terintegrasi sebagai salah satu strategi utama untuk memperkokoh ketahanan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan saat ia menghadiri DAUN (Dari Nagari Untuk Negeri) Syariah Festival bertema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan Melalui Sinergi dan Transformasi Digital” yang digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat, Minggu (24/5/2026).

Menurut Mahyeldi, Sumbar memiliki fondasi sosial dan budaya yang sangat kuat untuk mengembangkan ekonomi syariah. Nilai-nilai masyarakat yang berpegang pada falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) dinilai sejalan dengan prinsip-prinsip ekonomi syariah yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Ia menegaskan bahwa potensi tersebut harus dioptimalkan agar ekonomi syariah benar-benar menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi baru yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Mahyeldi juga menilai bahwa sektor riil berbasis halal di Sumbar terus menunjukkan perkembangan positif, mulai dari kuliner halal, fesyen muslim, pariwisata halal, hingga pengelolaan zakat produktif yang semakin terintegrasi dalam aktivitas ekonomi masyarakat.

Meski demikian, ia mengingatkan masih adanya sejumlah tantangan, terutama rendahnya literasi masyarakat terhadap produk keuangan syariah serta belum maksimalnya keterhubungan antara industri halal dengan sektor keuangan syariah.

Karena itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem ekonomi syariah, mulai dari pemerintah daerah, lembaga keuangan, dunia pendidikan, pelaku usaha, hingga komunitas masyarakat.

“Ekonomi syariah harus benar-benar hadir sebagai solusi nyata, bukan hanya konsep. Ia perlu membuka peluang usaha, memperkuat UMKM, dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Mahyeldi.

Ia juga berharap DAUN Syariah Festival yang menjadi bagian dari rangkaian Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) 2026 dapat memperluas literasi dan inklusi ekonomi syariah di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat posisi Sumbar sebagai salah satu rujukan nasional pengembangan ekonomi syariah berbasis budaya dan inovasi digital.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumbar, M. Abdul Majid Ikram, menyampaikan bahwa ekonomi dan keuangan syariah kini telah menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Ia menambahkan, Sumatera Barat memiliki kekuatan sosial dan budaya yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia.

Menurutnya, perekonomian Sumbar saat ini masih menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan sekitar 5,02 persen, dan penguatan ekosistem ekonomi syariah diyakini akan semakin mempercepat laju pertumbuhan tersebut.

Selain itu, Sumbar juga kembali masuk dalam kandidat penilaian Anugerah Adinata Syariah tingkat nasional setelah sebelumnya berhasil meraih peringkat kedua pada 2025.

Kegiatan ini turut dihadiri Direktur Eksekutif KDEKS Sumbar Prof. Ahmad Wira, Kepala BPJPH Sumbar Dr. Ikra Abdi, perwakilan perbankan syariah, akademisi, pelaku UMKM halal, serta komunitas juru sembelih halal Sumbar.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update