Notification

×

Iklan

SMAN 8 Padang Terapkan PJJ, Ini Tantangannya

Jumat, 22 Mei 2026 | 11:35 WIB Last Updated 2026-05-22T04:35:00Z

Sumbar Bersiap Laksanakan PJJ, Pakar UNP Ingatkan Tantangan Mutu Pendidikan

Padang, Rakyatterkini.com – Sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) resmi mulai diterapkan di SMAN 8 Kota Padang. Kebijakan ini membuka kesempatan baru bagi peserta didik yang menginginkan proses belajar yang lebih fleksibel dan tidak sepenuhnya bergantung pada pembelajaran tatap muka.

Namun demikian, pakar Teknologi Pendidikan dari Universitas Negeri Padang, Nofri Hendri, mengingatkan bahwa penerapan PJJ masih menyimpan tantangan besar, terutama dalam menjaga kualitas pendidikan.

Hal tersebut dibahas dalam podcast Peta Isu yang diselenggarakan oleh Info Sumbar pada Kamis (21/5/2026) dengan tema “SMAN 8 Padang Buka PJJ: Peluang Baru atau Tantangan Baru?”. Diskusi tersebut menghadirkan host Pebri Anita Sari, Kepala SMAN 8 Padang Berry Devanta, serta pakar pendidikan UNP, Dr. Nofri Hendri.

Dalam paparannya, Nofri menilai penerapan PJJ merupakan sebuah langkah positif selama seluruh pihak dapat bekerja sama dengan baik, mulai dari kesiapan teknologi, kompetensi guru, kesiapan siswa, hingga dukungan orang tua.

Ia juga menambahkan bahwa PJJ berpotensi meningkatkan literasi digital serta menghadirkan sistem pembelajaran yang lebih fleksibel. Namun, tantangan terbesar bukan pada aspek teknis, melainkan pada disiplin dan integritas sumber daya manusia yang dapat memengaruhi mutu pendidikan.

Menurutnya, pendidikan mencakup tiga aspek utama, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotor. Jika aspek kognitif relatif mudah diukur melalui pengetahuan, maka penilaian sikap dan keterampilan dalam sistem PJJ menjadi tantangan tersendiri.

Nofri juga menekankan pentingnya standar operasional prosedur (SOP) yang jelas dan terukur dalam pelaksanaan PJJ. Selain itu, guru dan siswa dituntut untuk lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi agar tercipta keseimbangan antara kesiapan sumber daya manusia dan infrastruktur yang tersedia.

Ia menambahkan bahwa PJJ sebenarnya dapat diterapkan di berbagai jenjang pendidikan sebagai alternatif untuk memberikan akses belajar bagi masyarakat yang tidak dapat mengikuti pendidikan secara tatap muka. Menurutnya, yang terpenting bukan hanya konsep PJJ itu sendiri, tetapi juga sistem pelaksanaan, hak dan kewajiban peserta didik dan pendidik, serta mekanisme penilaiannya.

Sementara itu, Kepala SMAN 8 Kota Padang, Berry Devanta, menyampaikan bahwa para guru di sekolah tersebut telah menjalani proses adaptasi PJJ selama kurang lebih satu tahun. Hal ini membuat tenaga pendidik lebih terbiasa dengan penggunaan teknologi dalam pembelajaran.

Untuk menjaga mutu pendidikan sekaligus pembentukan karakter siswa, pihak sekolah tetap menyediakan wali kelas dan guru Bimbingan Konseling (BK), serta mendapatkan dukungan dari dinas pendidikan dan pihak Universitas Negeri Padang.

Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan ekstrakurikuler akan disesuaikan dengan kondisi dan minat siswa. Jika siswa ingin berpartisipasi, maka sekolah akan memfasilitasi kegiatan tersebut.

Pembahasan lengkap mengenai peluang dan tantangan PJJ ini rencananya akan kembali diulas dalam episode Podcast Peta Isu yang akan ditayangkan melalui kanal YouTube @infosumbartv.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update