Notification

×

Iklan

Seminar di Padang Soroti Risiko Aktivitas Digital bagi Generasi Muda

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:47 WIB Last Updated 2026-05-13T21:47:00Z

HGI Bersama Polda Sumbar Kampanyekan Budaya Digital Sehat di Kalangan Anak Muda

Padang, Rakyatterkini.com – Aktivitas digital di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir, terutama di kalangan generasi muda yang semakin intens menggunakan platform daring serta layanan hiburan digital dalam aktivitas sehari-hari.

Namun, di balik pesatnya perkembangan tersebut, muncul pula berbagai bentuk aktivitas digital yang bersifat manipulatif serta pola penggunaan platform yang kurang sehat. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terkait dampak sosial dan psikologis, khususnya bagi kelompok usia produktif.

Data dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menunjukkan bahwa nilai transaksi yang berkaitan dengan aktivitas digital ilegal di Indonesia terus mengalami peningkatan dalam tiga tahun terakhir, bahkan pada 2024 nilainya telah mencapai ratusan triliun rupiah.

Kondisi tersebut diperparah oleh tingginya penetrasi internet, budaya serba instan, serta masih rendahnya literasi digital di sebagian masyarakat. Akibatnya, generasi muda dinilai menjadi kelompok yang paling rentan terhadap berbagai risiko dari aktivitas digital yang merugikan.

Menanggapi hal itu, penyelenggara HGI bersama Polda Sumatera Barat mengadakan seminar edukatif bertema “Terjebak di Balik Layar: Psikologi dan Dampak Sosial Aktivitas Digital Berisiko bagi Generasi Muda” yang digelar di Ballroom Hotel Santika Padang, Selasa (12/5/2026).

Kegiatan ini menjadi wadah diskusi mengenai pentingnya peningkatan literasi digital, kesadaran hukum, serta kemampuan berpikir kritis di tengah perkembangan pesat ekosistem platform online.

Sejumlah peserta dari berbagai kalangan turut hadir, termasuk mahasiswa Universitas Putra Indonesia Padang, Universitas Andalas, serta beberapa institusi pendidikan lainnya di Sumatera Barat.

Dalam sesi pemaparan, para narasumber menekankan bahwa dampak aktivitas digital berisiko tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi sosial dan psikologis apabila tidak diimbangi dengan pemahaman digital yang memadai.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumbar, Kombes Andry Kurniawan, menegaskan bahwa upaya penanganan aktivitas digital ilegal tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga memerlukan kolaborasi berbagai pihak dalam meningkatkan kesadaran masyarakat.

“Pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Diperlukan kerja sama antara pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas, dan pelaku industri digital,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pendekatan edukatif dan pencegahan menjadi langkah penting agar generasi muda lebih bijak dalam menghadapi perkembangan teknologi digital yang semakin kompleks.

Senada dengan itu, Ahli Hukum ITE, Ryan Abdisa Sukmadja, menilai bahwa penguatan literasi digital merupakan hal krusial untuk meningkatkan kesadaran masyarakat di era digital saat ini.

Menurutnya, generasi muda harus memiliki kemampuan berpikir kritis agar tidak mudah terpengaruh oleh sistem digital yang berpotensi manipulatif maupun merugikan.

“Literasi digital adalah benteng utama agar generasi muda tidak terjebak dalam sistem digital yang merugikan,” ungkapnya.

Sementara itu, perwakilan HGI, Ray, menyampaikan bahwa tantangan di dunia digital tidak dapat diselesaikan hanya dengan pendekatan teknologi, melainkan juga perlu didukung edukasi serta kolaborasi lintas sektor secara berkelanjutan.

Ia menegaskan bahwa perkembangan teknologi harus diiringi dengan peningkatan kesadaran digital, terutama bagi generasi muda yang menjadi pengguna aktif ruang digital.

“Di era platform digital saat ini, literasi digital bukan lagi sekadar pengetahuan tambahan, tetapi sudah menjadi keterampilan penting yang wajib dimiliki,” katanya.

Ray juga berharap HGI bersama Polda Sumatera Barat dapat mendorong terbentuknya ekosistem digital yang lebih sehat, sehingga generasi muda mampu memanfaatkan teknologi secara lebih positif, aman, dan produktif.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update