Notification

×

Iklan

Rupiah Melemah, Harga Kedelai Naik di Padang

Kamis, 21 Mei 2026 | 08:40 WIB Last Updated 2026-05-21T01:40:00Z

Perajin tempe di Padang.

Padang, Rakyatterkini.com – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mulai berdampak pada pelaku usaha tempe di Kota Padang, Sumatera Barat. Penguatan dolar membuat harga kedelai impor sebagai bahan baku utama produksi tempe mengalami kenaikan cukup tajam dalam dua bulan terakhir.

Dampak tersebut dirasakan langsung oleh salah satu pengrajin tempe di kawasan Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang. Usaha tempe milik Dariani yang sudah berjalan sejak tahun 1980-an kini menghadapi tekanan biaya produksi akibat meningkatnya harga bahan baku.

Dariani menyebutkan, saat ini harga kedelai impor berada di kisaran Rp550 ribu hingga Rp560 ribu per karung berukuran 50 kilogram. Padahal, sekitar dua bulan sebelumnya, harga masih berada di level Rp400 ribu sampai Rp450 ribu per karung.

“Kenaikannya dalam dua bulan terakhir cukup terasa. Sekarang sudah di kisaran Rp550 ribu sampai Rp560 ribu per karung,” ujarnya pada Rabu (20/5/2026).

Selain kedelai, kenaikan juga terjadi pada bahan pendukung lain seperti plastik kemasan. Saat ini harga plastik mencapai sekitar Rp50 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya yang berada di kisaran Rp39 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram.

Meski biaya produksi meningkat, Dariani mengaku belum menaikkan harga jual tempe. Ia mempertimbangkan kondisi daya beli masyarakat yang sedang melemah sehingga khawatir kenaikan harga justru akan menurunkan penjualan.

“Penjualan masih stabil, tapi kami belum berani menaikkan harga karena daya beli masyarakat sedang turun,” jelasnya.

Usaha yang awalnya dirintis di Lubuk Alung sebelum dipindahkan ke Alai Parak Kopi pada era 1980-an itu masih mempertahankan produksi sekitar 200 kilogram tempe setiap harinya. Kegiatan produksi juga tetap berjalan dengan tenaga kerja yang sebagian besar berasal dari anggota keluarga.

“Alhamdulillah, karena usaha keluarga, tidak ada pengurangan tenaga kerja,” tambahnya.

Sementara itu, pada Rabu (20/5/2026), nilai tukar rupiah tercatat berada di kisaran Rp17.700 per dolar AS. Kondisi ini turut memengaruhi harga kedelai impor yang menjadi komoditas utama dan menyumbang sekitar 70 hingga 90 persen kebutuhan pasar di Indonesia.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update