Notification

×

Iklan

PLN Minta Maaf atas Blackout Massal di Sumatra

Sabtu, 23 Mei 2026 | 14:33 WIB Last Updated 2026-05-23T08:00:38Z

Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo

Jakarta, Rakyatterkini.com — Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas terjadinya pemadaman listrik berskala besar yang melanda Pulau Sumatra pada Jumat malam (22/5/2026). 

Gangguan tersebut berdampak pada sejumlah provinsi, yakni Jambi, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Utara, hingga Aceh.

Darmawan menjelaskan, berdasarkan hasil identifikasi awal, pemadaman terjadi akibat gangguan pada jaringan transmisi listrik yang dipicu oleh kondisi cuaca ekstrem. 

Pihaknya menegaskan telah menerima arahan dari kementerian terkait untuk segera melakukan langkah perbaikan dan pemulihan sistem kelistrikan di wilayah terdampak.

Begitu laporan gangguan diterima, PLN langsung mengerahkan tim teknis ke lapangan untuk melakukan pengecekan dan penanganan darurat. Dalam waktu sekitar dua jam, sistem gardu induk dan jaringan transmisi berhasil dipulihkan secara bertahap sehingga aliran listrik kembali normal.

Ia menuturkan, proses pemulihan dilakukan dengan evaluasi menyeluruh terhadap potensi kerusakan pada infrastruktur kelistrikan. 

“Seluruh tim kami langsung bergerak melakukan asesmen di lapangan. Alhamdulillah, dalam waktu kurang lebih dua jam, sistem gardu induk dan transmisi berhasil kembali normal,” ujarnya.

Selain faktor cuaca, Darmawan juga menyebut gangguan ini turut dipengaruhi dampak bencana banjir bandang yang sebelumnya melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bencana tersebut menyebabkan beberapa tower transmisi mengalami kerusakan hingga putusnya jalur penyaluran listrik di sejumlah titik.

Ia menjelaskan, sistem kelistrikan memiliki beberapa jenis pembangkit dengan karakteristik pemulihan yang berbeda. Pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan pembangkit berbasis gas umumnya dapat kembali beroperasi lebih cepat,.

Sementara pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbahan bakar batu bara membutuhkan waktu lebih lama karena proses pemanasan hingga menghasilkan uap untuk menggerakkan turbin.

“Pembangkit yang bisa segera dihidupkan, seperti hidro dan gas, langsung kami aktifkan secara bertahap sejak malam kejadian,” kata Darmawan.

Ia menambahkan, proses pemulihan berlanjut hingga sistem kelistrikan di berbagai wilayah Sumatra, baik bagian selatan, tengah, maupun utara, mulai kembali menyala secara bertahap setelah sebelumnya mengalami pemadaman total.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update