Notification

×

Iklan

Perantau Minang Susun Rencana Pemulihan Sumbar Pascabanjir

Jumat, 22 Mei 2026 | 20:45 WIB Last Updated 2026-05-22T15:13:02Z

Organisasi Minang di Perantauan Rumuskan Rencana Pemulihan Sumbar Jangka Panjang

Padang, Rakyatterkini.com – Sejumlah organisasi dan komunitas perantau Minang mulai menyusun langkah percepatan pemulihan jangka panjang bagi masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) yang terdampak banjir bandang pada November 2025. 

Upaya tersebut dibahas dalam Forum Group Discussion (FGD) yang difasilitasi Perkumpulan Alumni Pelajar Mahasiswa Minang (PAPMM) di Gedung PKSPL IPB Baranangsiang, Bogor.

Forum tersebut mempertemukan berbagai Ikatan Keluarga Minang bersama komunitas perantau untuk menyamakan visi dan menyusun agenda kerja bersama. Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya program nyata guna membantu masyarakat terdampak bencana secara berkelanjutan.

Ketua PAPMM, Prof. Yonvitner, mengatakan pembahasan dalam forum tidak hanya berfokus pada bantuan darurat, tetapi juga menitikberatkan pada strategi pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat dalam jangka panjang.

“Organisasi dan komunitas perantau Minang yang kami undang hari ini akan merumuskan agenda pemulihan pascabencana dan memperkuat sinergi dalam menyikapi dampak banjir bandang yang melanda masyarakat Sumatera Barat,” ujarnya saat membuka kegiatan.

Dalam diskusi tersebut, peserta menilai pentingnya peralihan dari tahap tanggap darurat menuju program pemulihan ekonomi, peningkatan kesejahteraan masyarakat, hingga penguatan masa depan generasi muda di wilayah terdampak.

Direktur Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian RI, Liferdi Lukman, yang turut hadir dalam forum itu menyampaikan dukungannya terhadap langkah kolaboratif yang digagas para perantau. Menurutnya, kepedulian masyarakat perantau memiliki peran penting dalam membantu percepatan pemulihan daerah terdampak.

“Kontribusi yang diberikan tentu memiliki arti besar. Kami meyakini kepedulian masyarakat, baik dari kalangan Minang maupun non-Minang, sangat membantu masyarakat Sumbar yang terdampak bencana,” katanya.

Liferdi juga mengungkapkan bahwa Kementerian Pertanian telah menyalurkan bantuan hampir Rp35 miliar untuk penanganan dampak bencana. Ke depan, bantuan lanjutan akan difokuskan bagi masyarakat dengan kategori terdampak ringan hingga sedang.

Jaringan alumni Minang yang tersebar di berbagai daerah di Sumbar turut menyatakan kesiapan mendukung program pemulihan, baik melalui bantuan moral, material, maupun pendampingan psikologis. Kolaborasi lintas organisasi itu diharapkan mampu melahirkan program berkelanjutan yang dapat langsung dirasakan masyarakat.

Pertemuan kemudian ditutup dengan arahan dari perwakilan organisasi dan pengurus terkait guna memastikan seluruh rencana yang telah disepakati dapat segera direalisasikan di lapangan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update