Notification

×

Iklan

Pengawasan Kesehatan Jemaah Haji Padang Diperketat Jelang Armuzna

Senin, 18 Mei 2026 | 16:28 WIB Last Updated 2026-05-18T09:28:00Z

Tim dokter spesialis dari KKHI Makkah turun langsung periksa kesehatan Jamaah Haji

Padang, Rakyatterkini.com - Menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), pengawasan kesehatan terhadap jemaah haji berisiko tinggi dari Embarkasi Padang yang berada di Makkah semakin diperketat.

Upaya preventif ini dilakukan dengan menurunkan langsung tim dokter spesialis dari Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah ke tempat tinggal atau hotel jemaah. Langkah ini bertujuan memastikan kondisi kesehatan para jemaah tetap stabil dan prima menjelang fase puncak ibadah.

Pola pelayanan “jemput bola” tersebut menjadi strategi utama untuk menjangkau jemaah, terutama lanjut usia serta mereka yang memiliki penyakit bawaan atau komorbid. Tim medis secara rutin mendatangi kamar-kamar jemaah untuk melakukan pemeriksaan, pemantauan kondisi kesehatan, serta memastikan ketersediaan obat-obatan yang diperlukan selama berada di Tanah Suci.

Sejumlah dokter spesialis terlibat dalam kegiatan visitasi ini, di antaranya dr. Risma, dr. Agus Sulistiawati, dan dr. Ika, bersama tim KKHI Makkah lainnya. Kegiatan tersebut juga berada dalam pengawasan Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja Makkah sekaligus Kepala KKHI Makkah, dr. Edi Supriyatna.

Petugas Kesehatan Haji Kloter PDG 12, dr. Maulidya Rahmi, menjelaskan bahwa jemaah dengan kategori risiko tinggi membutuhkan perhatian khusus karena kondisi fisik yang lebih rentan dan keterbatasan mobilitas.

“Pemeriksaan kami lakukan langsung dengan mendatangi hotel tempat jemaah menginap agar pemantauan kesehatan lebih optimal dan tepat sasaran,” ujarnya, Minggu (17/5/2026).

Ia menambahkan, langkah aktif ini menjadi sangat penting mengingat suhu di Makkah yang belakangan cukup panas dan terus meningkat. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kelelahan berat hingga dehidrasi pada jemaah jika tidak diantisipasi.

Selain pemeriksaan kesehatan, tim medis juga memberikan edukasi kepada jemaah dan pendamping mengenai pentingnya menjaga stamina, mengatur aktivitas fisik, mencukupi asupan cairan, mengatur waktu istirahat, serta disiplin dalam mengonsumsi obat.

“Kami mengimbau jemaah untuk mulai menghemat energi menjelang Armuzna. Hindari aktivitas yang terlalu berat, termasuk ibadah sunah yang menguras tenaga, sebelum puncak haji berlangsung,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumatera Barat, M. Rifki, menyampaikan bahwa seluruh jemaah Embarkasi Padang asal Sumbar dan Bengkulu saat ini telah berada di Makkah. Ia juga menyebutkan bahwa sebelas kloter gelombang pertama dari Madinah sudah dipindahkan secara bertahap sejak awal Mei.

Menurutnya, aspek kesehatan menjadi prioritas utama di tengah meningkatnya kepadatan jemaah dari berbagai negara menjelang Armuzna.

“Sinergi antara petugas kesehatan kloter dan KKHI melalui kunjungan langsung ke hotel merupakan bentuk nyata pelayanan negara. Kami ingin memastikan jemaah, khususnya lansia dan risiko tinggi, dalam kondisi sehat dan siap menghadapi puncak ibadah,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan agar jemaah dapat mengatur aktivitas dengan bijak dan mengutamakan ibadah wajib, serta menjaga kondisi fisik agar tetap bugar.

“Puncak ibadah haji membutuhkan stamina yang kuat. Karena itu, jemaah diimbau banyak beristirahat, menjaga kesehatan, dan tidak memaksakan diri di luar kemampuan,” pungkasnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update