Notification

×

Iklan

Pemko Padang Percepat Perbaikan Irigasi Pascabencana

Kamis, 14 Mei 2026 | 21:44 WIB Last Updated 2026-05-14T14:44:00Z

Wali Kota Padang, Fadly Amran, saat meninjau progres pengerjaan infrastruktur pengairan 

Padang, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bergerak cepat menindaklanjuti arahan Wali Kota Padang, Fadly Amran, untuk mempercepat pemulihan infrastruktur irigasi yang terdampak bencana.

Pekerjaan fisik secara permanen direncanakan mulai dilaksanakan pada pertengahan Juli 2026. Program ini diharapkan dapat segera memulihkan kondisi wilayah terdampak, terutama sektor pertanian yang sangat bergantung pada ketersediaan air irigasi.

Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Malvi Hendri, menyampaikan bahwa percepatan perbaikan ini merupakan bagian dari instruksi wali kota agar pembangunan kembali infrastruktur yang rusak dapat segera diselesaikan.

“Perbaikan ini dilakukan agar masyarakat yang terdampak tidak lagi merasakan dampak bencana sebelumnya, serta infrastruktur yang rusak bisa segera kembali berfungsi,” ujarnya pada Rabu (13/5/2026).

Berdasarkan rencana teknis, terdapat 16 titik jaringan irigasi yang menjadi prioritas dalam pekerjaan permanen tersebut, di antaranya Bendung Limau Manis, rekonstruksi Bendung Beringin yang mencakup wilayah Lubuk Sarik, Beringin, dan Lubuk Hantu, serta Bendung D.I. Kapalo Hilalang dan Bendung D.I. Sei Latung.

Selain itu, terdapat juga Bendung D.I. Sei Guo, Bendung Rasak Bungo, Bendung Koto Lalang, serta rekonstruksi Bendung Batu Busuk di wilayah Sungkai I dan Pasa Lalang. Titik lainnya meliputi D.I. Lubuk Lagan, D.I. Guo Atas, D.I. Lubuk Minturun, D.I. Lubuk Laweh, serta D.I. Lolo dan Lolo 2.

Saat ini, Dinas PUPR Kota Padang masih menyelesaikan tahap perencanaan yang ditargetkan rampung pada akhir Mei. Dengan demikian, proses pengadaan dapat segera dilakukan dan penandatanganan kontrak diharapkan berlangsung pada minggu kedua Juli.

“Penanganan sementara sebelumnya sudah dilakukan melalui kegiatan Operasi dan Pemeliharaan (OP) agar aliran air tetap berjalan. Namun untuk tahap permanen, pengerjaan ditargetkan mulai berjalan pertengahan Juli,” jelasnya.

Sebagai dukungan terhadap percepatan pemulihan infrastruktur, Pemerintah Kota Padang telah menyiapkan anggaran sekitar Rp226 miliar. Dana tersebut difokuskan untuk meningkatkan kembali produktivitas masyarakat melalui perbaikan jalan, drainase, serta jaringan irigasi.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update