Notification

×

Iklan

Pariaman Bangun Huntap Mandiri untuk Korban Bencana

Selasa, 05 Mei 2026 | 08:31 WIB Last Updated 2026-05-05T02:00:26Z

Sekretaris Utama BNPB, Rustian, bersama Wako Pariaman Yota Balad dan Wawako Mulyadi

Pariaman, Rakyatterkini.com — Proses pemulihan pascabencana hidrometeorologi di Kota Pariaman kini memasuki tahap penting. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mulai membangun rumah percontohan Hunian Tetap (Huntap), di Desa Sintuak, Kecamatan Pariaman Utara, pada Jumat (1/5/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan oleh Sekretaris Utama BNPB, Rustian, bersama Wali Kota Pariaman Yota Balad dan Wakil Wali Kota Mulyadi. Acara ini menjadi penanda dimulainya fase rehabilitasi dan rekonstruksi bagi masyarakat yang sebelumnya terdampak bencana.

Dalam kesempatan itu, Rustian menyampaikan rasa prihatin atas bencana yang menimpa warga, termasuk salah satu calon penerima Huntap. Ia menegaskan bahwa penanganan bencana membutuhkan kolaborasi berbagai pihak melalui pendekatan multi-helix, yang melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat, hingga media.

Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam penanganan bencana. Karena itu, pendampingan akan terus diberikan sampai seluruh proses pemulihan benar-benar tuntas.

Ia juga menyinggung penggunaan teknologi sapa block dalam pembangunan Huntap di Pariaman. Material tersebut dinilai lebih kuat, aman, dan nyaman untuk hunian jangka panjang. Bahkan, Kota Pariaman menjadi daerah pertama yang menerapkan teknologi ini untuk pembangunan rumah pascabencana, sehingga berpotensi menjadi contoh bagi daerah lain di Sumatera Barat maupun tingkat nasional.

Sementara itu, Wali Kota Pariaman Yota Balad menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas dukungan yang diberikan. Ia menilai pembangunan Huntap ini menjadi titik awal kebangkitan masyarakat dari kondisi sulit akibat bencana.

“Hari ini menjadi momen penuh harapan. Huntap tipe 36 yang dibangun ini menandai berakhirnya masa darurat dan awal kehidupan yang lebih aman dan tangguh,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah berkomitmen mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi agar masyarakat dapat segera memiliki tempat tinggal yang layak.

Pembangunan Huntap ini juga melibatkan PT Semen Padang yang menyediakan material sapa block. Program ini bersifat terbuka, di mana warga yang tinggal di sekitar aliran Sungai Batang Mangor dan merasa tidak aman dapat mengajukan bantuan melalui BNPB.

Untuk tahap awal, pembangunan baru dilakukan satu unit sebagai rumah percontohan. Namun, masyarakat tetap dapat mengajukan tambahan pembangunan dengan ketentuan menyediakan lahan sendiri.

“Jika warga merasa tempat tinggalnya sudah tidak aman setelah bencana, silakan melapor ke BPBD. Nantinya akan kami usulkan pembangunan Huntap agar mereka bisa tinggal di hunian yang lebih layak,” jelas Yota.

Sejumlah akademisi dari Universitas Andalas, seperti Prof. Fauzan, Prof. Abdul Hakam, dan Prof. Bambang Istijono, juga hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran mereka memperkuat dasar ilmiah dalam perencanaan hunian yang aman dan berkelanjutan.

Selain itu, jajaran BNPB, unsur Forkopimda, serta perwakilan dunia usaha turut hadir dalam mendukung proses pemulihan ini.

Pembangunan Huntap ini menjadi langkah nyata pemerintah dalam memastikan masyarakat terdampak tidak hanya mendapatkan tempat tinggal baru, tetapi juga kehidupan yang lebih aman dan siap menghadapi potensi bencana di masa mendatang. (suger)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update