Notification

×

Iklan

Mobil Dinas Ketua DPRD Limapuluh Kota Jadi Sorotan

Senin, 25 Mei 2026 | 03:17 WIB Last Updated 2026-05-24T21:43:45Z


Limapuluh Kota, Rakyatterkini.com – Penggunaan mobil dinas Ketua DPRD Limapuluh Kota, Doni Ikhlas, menjadi perhatian publik setelah beredar sebuah video yang memperlihatkan kendaraan tersebut dipakai oleh istri bersama sejumlah rekannya untuk perjalanan menuju kampus di Kota Padang, Sumatera Barat.

Rekaman itu kemudian ramai di media sosial dan memicu beragam tanggapan serta kritik dari masyarakat.

Dalam video yang tersebar, mobil dinas berwarna hitam jenis Toyota Camry tampak melaju di jalan nasional hingga memasuki ruas Tol Padang–Sicincin. Di dalamnya, terlihat istri Doni bersama tiga rekannya yang merekam suasana perjalanan sambil bercanda.

Pada salah satu cuplikan, bahkan terlihat kendaraan tersebut dikemudikan oleh salah satu teman istri Doni. Mereka tampak menikmati perjalanan sambil mengabadikan momen di dalam mobil dinas tersebut. 

Dalam video itu terdengar ucapan, “Kita mau pergi kuliah sama ibuk. Kita kuliah ya, buk. Nah ini ada driver pribadinya, sopir kedua,” yang direkam sambil menunjukkan suasana di dalam mobil.

Menanggapi hal tersebut, Doni Ikhlas menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya warga Kabupaten Limapuluh Kota. Ia mengakui adanya kelalaian dalam penggunaan fasilitas negara tersebut.

“Saya meminta maaf kepada publik, khususnya masyarakat Limapuluh Kota atas kelalaian saya,” ujar Doni, Minggu (24/5/2026).

Ia menjelaskan, saat kejadian sopir pribadi sedang tidak dapat bertugas karena sakit dan pulang kampung, sementara dirinya juga tengah berada di luar daerah untuk urusan dinas. 

Kondisi itu membuat mobil digunakan oleh istrinya yang memiliki keperluan ke kampus dan rencananya juga akan menjemput Doni sepulang perjalanan dinas.

Doni menegaskan tidak ada unsur kesengajaan maupun niat untuk menyalahgunakan fasilitas negara. Ia menyebut peristiwa tersebut terjadi akibat kurangnya pemahaman terkait penggunaan kendaraan dinas di lingkungan keluarga.

“Sekali lagi, secara pribadi dan keluarga saya mohon maaf. Kejadian ini di luar dugaan kami, dan ke depan kami akan lebih berhati-hati serta menggunakan fasilitas negara dengan lebih bijak,” tambahnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan, menilai persoalan tersebut tidak perlu diperpanjang setelah adanya klarifikasi dan permintaan maaf dari pihak terkait. Menurutnya, kasus ini lebih berkaitan dengan persoalan etika dan kurangnya pemahaman.

“Saya kira tidak perlu diperbesar lagi. Yang bersangkutan sudah menjelaskan sopirnya sedang sakit. Setelah dicermati, ini lebih pada persoalan etika dan pemahaman,” ujar Ferizal yang juga mantan Wakil Bupati Limapuluh Kota periode 2016–2021. (da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update