Padang, Rakyatterkini.com — Penyaluran kredit kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sumatera Barat pada triwulan I 2026 tercatat mencapai Rp30,87 triliun. Angka tersebut setara dengan 40,89 persen dari total kredit perbankan di daerah itu yang sebesar Rp75,50 triliun.
Data ini disampaikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Barat dalam laporan perkembangan sektor jasa keuangan per Maret 2026.
Kepala OJK Sumbar, Roni Nazra, menyebutkan bahwa kinerja sektor jasa keuangan di Sumatera Barat masih berada pada tren positif dan terus berperan penting dalam menopang aktivitas ekonomi daerah.
“Pertumbuhan sektor jasa keuangan tetap terjaga dengan baik dan mendukung kegiatan ekonomi daerah, sejalan dengan pertumbuhan PDRB Sumatera Barat pada triwulan I 2026 yang mencapai 5,02 persen secara year on year,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (22/5/2026).
Meski masih menjadi porsi terbesar dalam pembiayaan perbankan, penyaluran kredit UMKM tercatat mengalami penurunan secara tahunan sebesar 2,08 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara keseluruhan, industri perbankan di Sumbar masih menunjukkan pertumbuhan. Total aset perbankan hingga Maret 2026 mencapai Rp86,74 triliun, meningkat 3,77 persen dibandingkan tahun lalu.
Di sisi lain, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tumbuh menjadi Rp62,92 triliun atau naik 9,24 persen secara tahunan.
Sementara itu, kualitas kredit mengalami sedikit tekanan. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) berada di level 2,78 persen, meningkat dari 2,51 persen pada Maret 2025.
Pada sektor perbankan syariah, kinerja juga tercatat positif dengan pertumbuhan yang cukup kuat. Total aset bank syariah di Sumbar mencapai Rp14,84 triliun, tumbuh 13,30 persen secara tahunan.
Penyaluran pembiayaan bank syariah turut meningkat menjadi Rp12,71 triliun atau naik 14,68 persen. Adapun rasio pembiayaan bermasalah (NPF) berada pada level 1,75 persen.
Selain itu, Bank Perekonomian Rakyat (BPR) konvensional maupun syariah juga menunjukkan pertumbuhan yang stabil. Total aset BPR tercatat sebesar Rp2,93 triliun, dengan penyaluran kredit dan pembiayaan mencapai Rp2,26 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar 70,99 persen disalurkan ke sektor UMKM.
OJK menilai bahwa pertumbuhan kredit UMKM tetap menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga stabilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya dalam memperkuat sektor riil dan ketahanan ekonomi daerah.(da*)


