Notification

×

Iklan

Kisah Duka Tahrul, Korban ke-18 Kecelakaan Bus ALS

Minggu, 10 Mei 2026 | 14:14 WIB Last Updated 2026-05-10T07:14:00Z

Jenazah Tahrul, korban ke-18 kecelaan maut bus ALS dengan truk

Jakarta, Rakyatterkini.com – Suasana duka menyelimuti kediaman keluarga Muhammad Tahrul Hubaidi (31) di Desa Dermasandi, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, saat jenazahnya tiba pada Minggu (10/5/2026) dini hari. Tangis keluarga dan kerabat pecah menyambut kepulangan korban.

Tahrul menjadi salah satu korban meninggal dalam kecelakaan tragis yang melibatkan Bus ALS dan truk tangki bahan bakar minyak di Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, pada Rabu (6/5/2026). 

Ia mengembuskan napas terakhir pada Jumat (8/5/2026) siang setelah sempat menjalani perawatan intensif selama dua hari di rumah sakit.

Korban tercatat sebagai korban jiwa ke-18 dalam insiden tersebut. Berbeda dengan korban lain yang meninggal di lokasi kejadian, Tahrul sempat dilarikan ke RSUD Rupit untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, luka bakar parah hingga sekitar 90 persen di tubuhnya membuat nyawanya tidak tertolong.

Menurut keterangan keluarga, Tahrul berangkat dari Tegal pada Senin dengan tujuan Bukittinggi, Sumatera Barat, untuk mencari pekerjaan di sebuah rumah makan ikan bakar bersama rekannya, Bahrul Ulum (31).

Namun perjalanan itu berakhir duka. Bahrul juga dilaporkan menjadi salah satu korban tewas dalam kecelakaan yang menyebabkan bus terbakar usai bertabrakan dengan truk tangki BBM.

“Kami sangat terpukul saat mengetahui bus yang ditumpangi Tahrul mengalami kecelakaan dan terbakar. Tidak menyangka kepergiannya terjadi dengan cara seperti ini,” ungkap sepupu korban, Muhammad Irfanudin, Minggu (10/5/2026).

Jenazah korban telah diserahkan secara resmi oleh Ditlantas Polda Sumatera Selatan kepada keluarga. Setelah disemayamkan dan didoakan oleh para pelayat, Tahrul rencananya akan dimakamkan di pemakaman umum desa setempat pada Minggu pagi.

Peristiwa kecelakaan Bus ALS di Sumatera Selatan ini menjadi salah satu tragedi transportasi paling memilukan sepanjang tahun, dengan jumlah korban meninggal mencapai 18 orang. Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan yang melibatkan kendaraan pengangkut BBM tersebut.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update