Notification

×

Iklan

Kakek Sanusi Hidup Sebatang Kara di Rumah Tak Layak Huni

Sabtu, 23 Mei 2026 | 22:19 WIB Last Updated 2026-05-23T22:43:43Z

Kakek Sanusi. 

Padang Pariaman, Rakyatterkini.com  -  Di sudut sunyi Korong Lubuk Aro, Nagari Anduring, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, seorang lansia bernama Sanusi (71) menjalani hari-harinya dalam keterbatasan.

Langkahnya yang tertatih hanya mampu ditopang dua tongkat kayu yang setia menemani aktivitas sehari-hari. Tanpa alat bantu itu, tubuh renta Sanusi nyaris tak sanggup berdiri maupun berjalan keluar rumah.

Selama 26 tahun terakhir, Sanusi hidup seorang diri di rumah kayu tua yang kondisinya jauh dari layak huni. Kesepian mulai menyelimuti hidupnya sejak sang istri meninggal dunia pada tahun 2000. Sejak saat itu pula, anak satu-satunya pergi merantau ke Jakarta dan tak pernah lagi memberi kabar.

“Saya tinggal sendiri di sini sejak tahun 2000, setelah istri meninggal dan anak pergi merantau,” tutur Sanusi, Kamis (21/5/2026).

Kondisi fisik yang semakin melemah membuat hidup Sanusi kian berat. Salah satu kakinya mengalami kelumpuhan akibat beberapa kali terjatuh. Keterbatasan itu membuat ruang geraknya sangat terbatas dan tak memungkinkan dirinya bekerja seperti dahulu.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Sanusi hanya mengandalkan buah pinang yang jatuh di sekitar rumahnya. Setiap pagi, ia perlahan berjalan ke halaman rumah sambil memunguti buah pinang satu per satu. Dalam sepekan, hasil yang dikumpulkannya rata-rata hanya sekitar dua kilogram.

Pendapatan dari menjual pinang tentu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Beruntung, masih ada warga sekitar yang sesekali memberikan makanan maupun sedikit bantuan uang.

“Kalau hanya dari pinang tidak cukup untuk makan. Kadang ada tetangga atau orang lewat yang memberi bantuan,” ujarnya lirih.

Rumah yang ditempati Sanusi pun berada dalam kondisi memprihatinkan. Bangunan kayu tua itu tampak rapuh dimakan usia dan nyaris tak pernah diperbaiki. Kini, ia hanya menempati ruang depan rumah berukuran sekitar 2x3 meter yang dijadikan kamar sederhana.

Bagian belakang dinding kamar sudah tidak lagi tertutup papan kayu utuh. Sebagai pengganti, seng bekas dan terpal plastik dipasang seadanya untuk menahan angin dan hujan. Saat hujan deras turun, air kerap masuk melalui atap bocor sehingga Sanusi harus berpindah mencari sudut ruangan yang masih kering untuk beristirahat.

Kondisi tersebut dibenarkan Bhabinkamtibmas Nagari Anduring, Aipda Ongki Roza. Selama delapan tahun bertugas di wilayah itu, ia mengaku belum pernah melihat perubahan pada rumah Sanusi.

“Sudah delapan tahun saya bertugas di sini, rumah Kakek Sanusi masih seperti ini. Karena kondisi fisiknya, beliau memang tidak mampu memperbaiki rumah sendiri,” kata Ongki.

Menurut Ongki, dirinya kerap menyempatkan diri singgah memberikan bantuan seadanya ketika melakukan patroli di kawasan tersebut.

Di tengah usia lanjut dan kondisi disabilitas yang dialaminya, Sanusi justru belum sepenuhnya tersentuh bantuan sosial secara berkelanjutan. Ia mengaku saat ini tidak lagi menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT). Bantuan terakhir yang diterimanya hanyalah paket sembako pascabencana hidrometeorologi yang terjadi pada 2025 lalu.

“Saya berharap ada bantuan rumah layak huni. Kalau BLT sekarang sudah tidak ada lagi saya terima,” ungkapnya penuh harap.

Sementara itu, Wali Korong Lubuk Aro, Rinaldi, menjelaskan bahwa Sanusi sebelumnya sempat terdaftar sebagai penerima BLT, namun bantuan tersebut hanya berlangsung selama satu tahun dan tidak diperpanjang.

Ia juga mengakui bahwa nama Sanusi hingga kini belum masuk dalam daftar penerima Program Keluarga Harapan (PKH) untuk lansia.

“Untuk PKH lansia memang belum terdaftar. Ke depan akan kami upayakan agar bisa masuk pada tahun berikutnya, karena harus melalui proses verifikasi terlebih dahulu,” jelas Rinaldi.

Kini, di usia senja yang penuh keterbatasan, Sanusi hanya bisa berharap ada perhatian nyata dari pemerintah maupun para dermawan. Di balik dinding seng bekas dan atap bocor rumahnya, ia menanti kesempatan untuk menikmati tempat tinggal yang lebih layak dan aman di sisa hidupnya. (da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update