Notification

×

Iklan

JAPFA For Kids Digaungkan di Sumbar, Fokus Tekan Gizi Buruk Anak

Sabtu, 23 Mei 2026 | 03:45 WIB Last Updated 2026-05-22T20:45:00Z

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) menggelar kegiatan JAPFA for Kids

Padang, Rakyatterkini.com – Dalam upaya nyata menekan angka gizi buruk dan gizi kurang pada anak usia sekolah dasar, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) kembali melaksanakan program sosial berkelanjutan bertajuk JAPFA for Kids. 

Program ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan anak di wilayah sekitar operasionalnya.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Kamis–Jumat (21–22 Mei 2026), dipusatkan di Sumatera Barat, tepatnya di Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman. Pada hari pertama, kegiatan edukasi digelar di Kantor JAPFA Padang yang berada di kawasan Padang Industrial Park (PIP). Agenda ini melibatkan kepala sekolah dan guru dari 12 sekolah binaan JAPFA di wilayah Padang dan Padang Pariaman.

Sebanyak 36 tenaga pendidik mengikuti sesi pembekalan yang menghadirkan narasumber Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Asih Setiarini. Pembukaan kegiatan turut dihadiri sejumlah unsur pemerintah dan tokoh masyarakat, di antaranya perwakilan Puskesmas Pasar Usang, unsur kecamatan Batang Anai, Wali Nagari Kasang, serta jajaran Kerapatan Adat Nagari dan Badan Musyawarah Nagari setempat.

Pada hari kedua, Jumat (22/5/2026), kegiatan berlanjut di SDN 6 Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, dengan suasana yang lebih interaktif dan penuh antusiasme. Hadir perwakilan manajemen JAPFA Padang, tenaga pendidik, tokoh masyarakat, serta siswa dari sekolah binaan.

Berbagai aktivitas dilakukan dalam kegiatan lapangan tersebut, mulai dari senam bersama, pemeriksaan kesehatan siswa, makan bersama dengan menu gizi seimbang, hingga seleksi bakat siswa, khususnya pada cabang olahraga catur.

Senior Officer Social Investment JAPFA, Argha Akbar, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung sekaligus edukasi kepada siswa dan masyarakat sekolah. Program ini juga menjadi ruang kolaborasi antara perusahaan, sekolah, tenaga kesehatan, dan masyarakat.

Sementara itu, Direktur Corporate Affairs JAPFA, Rachmat Indrajaya, menegaskan bahwa JAPFA for Kids difokuskan untuk menurunkan angka malagizi sekaligus membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di kalangan pelajar sekolah dasar.

Ia menambahkan, program ini dijalankan dengan pendekatan kolaboratif atau sharing contribution, di mana JAPFA tidak hanya berperan sebagai pemberi bantuan, tetapi juga sebagai mitra yang melibatkan sekolah, orang tua, puskesmas, dan komunitas dalam pelaksanaannya.

Sejalan dengan program tersebut, JAPFA juga meluncurkan ajang Apresiasi Karya Jurnalistik JAPFA (AKJJ) 2026, yang telah memasuki tahun ketiga penyelenggaraan. Kompetisi ini mengangkat tema “18 Tahun JAPFA for Kids: Kolaborasi untuk Generasi Penerus Bangsa – Dari Data, Fakta, hingga Cerita Lapangan”.

Tema ini menggambarkan perjalanan panjang program JAPFA for Kids selama hampir dua dekade, termasuk capaian di Kecamatan Batang Anai yang telah melibatkan lebih dari 2.700 siswa dan 200 guru.

Rachmat menegaskan bahwa keberadaan program ini merupakan komitmen jangka panjang perusahaan dalam meningkatkan kualitas gizi anak Indonesia. Ia juga berharap keterlibatan media melalui AKJJ dapat memperkuat kesadaran publik terhadap pentingnya pemenuhan gizi sejak dini.

Tantangan gizi anak di Indonesia sendiri masih menjadi perhatian serius. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023, sekitar 11 persen anak usia 5–12 tahun masih mengalami gizi kurang dan gizi buruk. Kondisi ini juga sejalan dengan temuan internal JAPFA di beberapa lokasi program yang menunjukkan angka serupa.

Melalui intervensi berkelanjutan, program JAPFA for Kids telah menjangkau lebih dari 201 ribu siswa, 13 ribu guru, dan lebih dari seribu sekolah di ratusan daerah di Indonesia. Hasilnya, tingkat perbaikan status gizi siswa menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun ke tahun.

Head of Social Investment JAPFA, Retno Artsanti, menjelaskan bahwa keberhasilan program ini didukung oleh pendekatan terintegrasi, mulai dari pemberian asupan protein hewani, pemantauan pertumbuhan siswa secara digital, hingga edukasi perilaku hidup sehat bagi siswa, guru, dan orang tua.

Untuk menjaga kualitas pelaksanaan AKJJ 2026, JAPFA juga melibatkan dewan juri dari berbagai kalangan profesional, termasuk insan pers, fotografer jurnalistik, serta pakar gizi masyarakat dari Universitas Indonesia.

Di akhir kegiatan, JAPFA menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci penting dalam menciptakan perubahan berkelanjutan, terutama dalam upaya meningkatkan kualitas generasi penerus bangsa.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update