Notification

×

Iklan

Jangan Dibuang, Ini Kulit Buah yang Kaya Nutrisi

Jumat, 01 Mei 2026 | 19:00 WIB Last Updated 2026-05-01T12:00:00Z

Ilustrasi.

Jakarta, Rakyatterkini.com – Banyak orang terbiasa mengupas buah sebelum dikonsumsi, lalu langsung membuang kulitnya. Kebiasaan ini dianggap lebih higienis dan praktis. 

Namun, tidak semua orang menyadari bahwa pada sejumlah buah, bagian kulit justru menyimpan kandungan nutrisi penting seperti serat, vitamin, hingga antioksidan yang dibutuhkan tubuh.

Selama buah dalam kondisi segar dan sudah dicuci dengan benar, beberapa jenis kulit buah sebenarnya aman untuk dimakan. Bahkan, berbagai penelitian menunjukkan bahwa lapisan terluar buah sering kali mengandung senyawa pelindung alami dalam jumlah lebih tinggi karena berfungsi sebagai pelindung dari lingkungan luar. 

Berikut beberapa buah yang umumnya dikupas, padahal kulitnya masih bisa dikonsumsi.

1. Apel

Kulit apel merupakan bagian yang kaya manfaat. Lapisan ini mengandung serat yang membantu sistem pencernaan sekaligus memberikan rasa kenyang lebih lama. Selain itu, kulit apel juga mengandung quercetin, sejenis flavonoid yang memiliki sifat antioksidan dan berperan melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.

Mengonsumsi apel secara utuh, termasuk kulitnya, sering dianggap memberikan manfaat yang lebih optimal. Penelitian dalam jurnal Food and Function tahun 2025 menyebutkan bahwa kandungan senyawa fenolik pada kulit apel jauh lebih tinggi dibandingkan bagian dagingnya, yang berkontribusi pada kesehatan metabolisme dan membantu mengurangi peradangan.

2. Pir

Pir kerap dikupas karena teksturnya yang lembut dan berair. Padahal, kulitnya yang tipis mengandung serat tambahan yang baik untuk pencernaan. Mengonsumsi pir beserta kulitnya juga membantu memberikan rasa kenyang lebih lama dan menjaga kesehatan saluran pencernaan.

Kulit pir juga kaya akan senyawa fenolik, yaitu zat alami pada tumbuhan yang berfungsi sebagai antioksidan. Studi dalam jurnal Chemical and Biological Technologies in Agriculture tahun 2025 menunjukkan bahwa kulit pir menjadi salah satu bagian dengan konsentrasi senyawa bioaktif tertinggi.

3. Kiwi

Kiwi sering dikupas karena permukaannya yang berbulu membuat sebagian orang enggan memakannya. Namun, setelah dicuci dengan baik, kulit kiwi sebenarnya aman dikonsumsi dan mengandung serat cukup tinggi.

Buah kiwi dikenal sebagai sumber vitamin C. Jika dimakan bersama kulitnya, manfaat yang diperoleh menjadi lebih lengkap karena tambahan serat dan antioksidan. Penelitian di jurnal Food Chemistry tahun 2026 mengungkapkan bahwa kulit kiwi mengandung komponen bioaktif yang memberikan manfaat fungsional lebih besar dibanding hanya mengonsumsi daging buahnya.

4. Anggur

Pada buah anggur, terutama yang berwarna merah dan ungu, kulitnya mengandung antosianin yang memberikan warna khas sekaligus berfungsi sebagai antioksidan.

Selain itu, kulit anggur juga mengandung resveratrol, senyawa yang sering dikaitkan dengan kesehatan jantung. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kandungan polifenol pada anggur banyak terkonsentrasi di bagian kulit, sehingga mengonsumsi buah ini secara utuh memberikan manfaat nutrisi yang lebih maksimal.

5. Jambu Biji

Di Indonesia, jambu biji cukup sering dimakan bersama kulitnya. Hal ini ternyata memberikan nilai tambah karena kulitnya mengandung serat yang membantu memperlancar pencernaan dan menjaga rasa kenyang lebih lama.

Sementara itu, daging buah jambu biji kaya akan vitamin C. Jika dikonsumsi utuh, tubuh akan mendapatkan kombinasi nutrisi berupa vitamin, serat, dan antioksidan sekaligus. Studi dalam jurnal Electrophoresis tahun 2018 juga menemukan bahwa kulit dan lapisan di sekitarnya mengandung senyawa bioaktif tinggi, termasuk polifenol.

Tips Membersihkan Kulit Buah

Sebelum dikonsumsi, kulit buah sebaiknya dicuci di bawah air mengalir sambil digosok perlahan untuk menghilangkan kotoran, debu, maupun sisa zat di permukaan. Pastikan memilih buah yang segar dan buang bagian yang rusak atau berjamur. Jika tekstur kulit terasa terlalu keras atau kurang nyaman, mengupas sebagian tetap menjadi pilihan.

Pada akhirnya, bagian buah yang sering dianggap tidak berguna justru bisa menyimpan banyak nutrisi. Oleh karena itu, sebelum membuang kulit buah, ada baiknya memahami terlebih dahulu apakah bagian tersebut aman dan bermanfaat untuk dikonsumsi. (da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update