Jakarta, Rakyatterkini.com - Gunung Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah kembali menunjukkan aktivitasnya dengan dua kali meluncurkan awan panas guguran pada Minggu (17/5/2026).
Berdasarkan laporan dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), peristiwa tersebut terjadi masing-masing pada pukul 15.21 WIB dan 19.20 WIB.
Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, menjelaskan bahwa awan panas pertama muncul pada pukul 15.21 WIB dengan amplitudo maksimum 66,82 mm dan berlangsung selama 110,5 detik. Untuk jarak luncurnya, tidak dapat dipastikan secara visual karena kondisi cuaca berkabut.
Sementara itu, awan panas kedua terjadi pada pukul 19.20 WIB. Kali ini, guguran terpantau meluncur sejauh kurang lebih 2 kilometer ke arah barat, tepatnya menuju aliran Kali Sat/Putih. Awan panas tersebut memiliki amplitudo maksimum 68,37 mm dengan durasi 146,36 detik.
Selain itu, dalam periode pemantauan pukul 12.00 hingga 18.00 WIB, BPPTKG juga mencatat adanya 27 kali guguran lava. Aliran lava tersebut teramati mengarah ke barat daya, yakni ke hulu Kali Bebeng dengan jarak maksimal 1,5 kilometer serta ke Kali Sat/Putih sejauh sekitar 1,8 kilometer.
Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Merapi masih berada di Level III atau Siaga. Masyarakat di sekitar kawasan diimbau untuk tidak beraktivitas di zona berbahaya serta tetap waspada terhadap potensi awan panas dan lahar, terutama ketika terjadi hujan di wilayah lereng Merapi.(da*)


