Notification

×

Iklan

Gubernur Sumbar Dorong Pemuda Jadi Kreator Digital

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:31 WIB Last Updated 2026-05-01T13:31:00Z

Gubernur Mahyeldi hadiri pelatihan 

Bukittinggi, Rakyatterkini.com — Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, mengajak generasi muda untuk meninggalkan zona nyaman dan berani menjadi pelopor inovasi di tengah perkembangan era digital.

Ia menegaskan, pemuda tidak cukup hanya bergantung pada nama besar keluarga, tetapi harus mampu menghadirkan karya, gagasan, serta kreativitas yang lahir dari diri sendiri.

Hal tersebut disampaikan Mahyeldi saat membuka kegiatan Peningkatan Kreativitas Pemuda Sub Sektor Video bertema “Transformasi Kreativitas Pemuda Melalui Konten Video Digital sebagai Penggerak Inovasi dan Daya Saing Daerah” yang digelar di Grand Rocky Hotel Bukittinggi, Rabu (29/4/2026).

“Pemuda bukan mereka yang hanya bangga dengan orang tuanya. Pemuda adalah yang mampu berkata: ini saya, ini karya saya, dan ini ide saya,” ujar Mahyeldi dengan tegas.

Menurutnya, kreativitas menjadi faktor penting untuk mendorong kemajuan daerah di tengah persaingan dunia digital yang semakin terbuka. Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya melahirkan generasi muda yang mampu beradaptasi, inovatif, dan berani menghadirkan ide-ide baru.

“Jika Sumbar ingin maju, maka pemudanya harus kreatif. Kreatif itu berarti memiliki ide, gagasan, dan mampu menciptakan sesuatu yang baru serta bermanfaat,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Mahyeldi juga mengutip nilai-nilai hadis Rasulullah yang menggambarkan pemuda sebagai individu yang hadir dengan kemampuan dan potensi dirinya sendiri, bukan sekadar berada di bawah bayang-bayang orang lain.

“Pemuda itu hadir dengan inovasi dan kreativitasnya. Mereka menunjukkan eksistensi melalui karya dan pemikiran yang dihasilkan,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pesatnya perkembangan dunia digital yang membuka peluang besar bagi generasi muda, khususnya dalam industri konten video dan ekonomi kreatif. Menurutnya, gaya dan ekspresi unik para kreator konten merupakan bagian dari bentuk kreativitas yang patut dikembangkan.

“Keunikan itu adalah pembeda. Anak muda sekarang semakin berani berekspresi, dan itu bagian dari inovasi,” katanya.

Sementara itu, Anggota DPRD Sumbar, Zulkanedi Said, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan program perdana yang dilaksanakan bersama Dinas Pemuda dan Olahraga Sumbar.

Ia menyebutkan, proses seleksi peserta berlangsung cukup ketat karena tingginya antusiasme anak muda untuk ikut serta. Dari banyak pendaftar, hanya 50 peserta yang akhirnya terpilih. “Menentukan 50 peserta ini tidak mudah, mereka yang lolos memang yang terbaik,” ungkapnya.

Zulkanedi juga menjelaskan bahwa awalnya peserta dibatasi maksimal berusia 30 tahun sesuai kategori kepemudaan. Namun dalam pelaksanaannya, beberapa peserta di atas batas usia tetap diikutsertakan, termasuk guru pendamping serta pelaku komunitas digital yang dinilai memiliki kontribusi.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumbar, Mahdianur, mengatakan bahwa program ini merupakan langkah pemerintah dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi era transformasi digital, terutama di bidang produksi konten video.

Ia menegaskan, tujuan utama kegiatan ini adalah mendorong pemuda agar tidak hanya menjadi penikmat konten digital, tetapi juga mampu menjadi kreator yang produktif dan bernilai ekonomi.

“Kami ingin pemuda Sumbar menjadi pembuat konten yang positif, kreatif, dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Mahdianur juga menekankan pentingnya menjaga nilai budaya Minangkabau dan norma agama dalam pengembangan kreativitas digital.

“Kita tetap berpegang pada falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Kreativitas boleh berkembang, tetapi tetap harus beretika,” tegasnya.

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, mulai 29 April hingga 2 Mei 2026 itu diikuti oleh 50 peserta dari berbagai daerah di Sumbar, mulai dari perangkat nagari, guru muda, hingga pelajar SMA dan SMK.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan langsung dari praktisi industri kreatif, produser, penulis naskah, hingga tenaga profesional bersertifikasi nasional.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update