Notification

×

Iklan

Gubernur Mahyeldi Hadiri ICOF 2026 di Bukittinggi

Sabtu, 23 Mei 2026 | 10:45 WIB Last Updated 2026-05-23T03:45:00Z

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah

Bukittinggi, Rakyatterkini.com — Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, menghadiri The 2nd International Conference of Fort De Kock University (ICOF 2026) yang mengangkat tema “The Effect of Global Change Across Multiple Sectors to Increase Quality of Human Resources” di Kampus Universitas Fort De Kock, Jumat (22/5/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menilai konferensi internasional ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat kerja sama lintas negara dalam menjawab dinamika perubahan global, terutama dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan kompetitif.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, kami menyampaikan selamat datang kepada seluruh narasumber dan peserta seminar internasional di Kota Bukittinggi, kota wisata di Ranah Minang yang dikenal dengan kekayaan budaya, tradisi intelektual, serta semangat kebersamaan,” ujar Mahyeldi.

Ia menegaskan bahwa Pemprov Sumbar terus berkomitmen meningkatkan kualitas SDM melalui penguatan sektor pendidikan, kesehatan, keterampilan, dan daya saing masyarakat, sejalan dengan visi “Sumatera Barat Madani yang Maju dan Berkeadilan”.

Menurutnya, berbagai tantangan global seperti revolusi industri 4.0, perubahan iklim, perkembangan ekonomi digital, hingga isu ketahanan pangan menuntut daerah untuk menyiapkan SDM yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri.

Mahyeldi juga menekankan bahwa falsafah adat Minangkabau “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” (ABS-SBK) menjadi fondasi penting dalam pembangunan karakter manusia di Sumatera Barat. Nilai tersebut dinilai mampu menjadi pegangan moral sekaligus identitas budaya di tengah derasnya arus globalisasi.

“Pengembangan sumber daya manusia harus bertumpu pada dua hal utama, yaitu adaptif dan berbudaya. Adaptif terhadap kemajuan teknologi dan perubahan global, namun tetap berpegang pada nilai-nilai budaya Minangkabau sebagai kekuatan identitas,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa indikator pembangunan manusia di Sumatera Barat menunjukkan perkembangan yang positif. Berdasarkan data BPS tahun 2025, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumbar tercatat sebesar 77,27, meningkat 0,84 poin dibanding tahun sebelumnya dan menempatkan Sumbar di peringkat keenam nasional.

ICOF 2026 sendiri menghadirkan akademisi dan pakar dari berbagai negara, di antaranya Malaysia, Bangladesh, Pakistan, Australia, dan Arab Saudi, serta sejumlah akademisi dari perguruan tinggi ternama di Indonesia.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update