Notification

×

Iklan

Gotong Royong Warga Limau Manis Bangun Jalan Puncak Labuang

Rabu, 13 Mei 2026 | 14:14 WIB Last Updated 2026-05-13T07:14:00Z

Gotong royong pengecoran Jalan Puncak Labuang

Padang, Rakyatterkini.com - Masyarakat Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang, terus menunjukkan semangat kebersamaan dalam membangun akses jalan menuju kawasan Hutan Kemasyarakatan (HKm) Puncak Labuang. 

Dengan penuh keterbatasan, para petani setempat bergotong royong membangun dan mengecor jalan secara mandiri demi membuka akses yang lebih layak ke area pertanian mereka.

Sejak dimulai pada pertengahan 2023, pembangunan jalan beton di kawasan tersebut sudah memberikan hasil yang nyata. Hingga saat ini, sekitar dua kilometer jalan telah dicor dengan lebar antara dua hingga tiga meter serta ketebalan sekitar 13–14 sentimeter. 

Pekerjaan dilakukan secara bertahap melalui kegiatan gotong royong yang rutin digelar hampir setiap akhir pekan.

Ketua Forum Pemberdayaan Limau Manis, Desi Fitria, menyampaikan bahwa proses pembangunan ini juga mendapat dukungan dari PT Semen Padang melalui bantuan sekitar 3.000 sak semen. 

Dukungan dari perusahaan semen tertua di Indonesia dan Asia Tenggara tersebut sangat membantu kelanjutan pembangunan jalan yang menjadi akses utama warga menuju kebun mereka.

Desi menjelaskan, seluruh pekerjaan tetap dilakukan secara swadaya oleh masyarakat. Namun, bantuan dari PT Semen Padang dinilai sangat berarti, terutama bagi para petani yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian dan perkebunan di kawasan Puncak Labuang. Ia juga menyampaikan apresiasi atas kepedulian perusahaan tersebut terhadap kebutuhan masyarakat setempat.

Sebelum jalan diperbaiki, warga harus menghadapi kondisi medan yang berat dan berbahaya. Jalan tanah yang curam dan licin membuat perjalanan sangat sulit, terutama saat hujan. 

Bahkan, untuk mencapai ladang, warga harus berjalan kaki hingga sekitar enam jam, dan tidak sedikit yang terjatuh saat membawa hasil panen karena kondisi jalur yang berlumpur.

Kini, kondisi tersebut sudah jauh membaik. Jalan beton yang dibangun membuat warga bisa menjangkau lahan pertanian menggunakan kendaraan roda empat hanya dalam waktu sekitar 15 menit. 

Perubahan ini tidak hanya mempermudah mobilitas, tetapi juga meningkatkan aktivitas ekonomi dan produktivitas pertanian masyarakat.

Jalan tersebut menjadi satu-satunya akses penting menuju lahan pertanian warga yang ditanami berbagai komoditas seperti manggis, durian, cengkeh, jeruk, hingga kopi. Sebelumnya, banyak lahan yang tidak digarap karena sulitnya akses, namun kini warga kembali bersemangat mengelola kebun mereka.

Selain pembangunan jalan, PT Semen Padang juga turut mendukung pengembangan kawasan Puncak Labuang sebagai destinasi agrowisata. Dukungan tersebut mencakup pembangunan fasilitas seperti toilet, kamar mandi di area perkemahan, serta gazebo untuk pengunjung, yang difasilitasi melalui Forum Pemberdayaan Limau Manis.

Ketua Forum Anak Nagari Limau Manis, Eka Putra Kurniadi, juga mengapresiasi perhatian perusahaan tersebut. Ia menyebut bahwa dukungan PT Semen Padang tidak hanya di Puncak Labuang, tetapi juga pada pembangunan Jalan Bantcah di Limau Manis Selatan yang memiliki panjang lebih dari tiga kilometer.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menjelaskan bahwa bantuan semen tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Menurutnya, bantuan ini tidak hanya berupa material, tetapi juga bentuk komitmen perusahaan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perbaikan akses infrastruktur.

Pihak TJSL PT Semen Padang, Nurwan, menambahkan bahwa program ini juga sejalan dengan arah pembangunan berbasis masyarakat. Ia menegaskan bahwa jalan yang dibangun mungkin tampak sederhana, namun memiliki arti besar bagi para petani karena menjadi simbol harapan dan kemajuan ekonomi warga.

Dengan adanya kerja sama antara masyarakat dan dunia usaha, pembangunan jalan di Puncak Labuang menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong mampu menghadirkan perubahan besar. Dari jalur tanah yang sulit dilalui, kini masyarakat menikmati akses yang lebih layak dan masa depan ekonomi yang lebih menjanjikan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update