Notification

×

Iklan

Film “Vaterland” Raih Penghargaan di Cannes 2026

Minggu, 24 Mei 2026 | 15:18 WIB Last Updated 2026-05-24T09:46:27Z

Foto bersama.

Jakarta, Rakyatterkini.com – Kabar membanggakan kembali hadir dari dunia perfilman independen Indonesia. Film pendek berjudul “Vaterland or A Bule Named Yanto” yang berlatar di Yogyakarta berhasil mencuri perhatian dunia setelah meraih penghargaan di ajang bergengsi Cannes Film Festival 2026.

Prestasi internasional ini tidak hanya menjadi angin segar bagi industri film nasional, tetapi juga membawa kebanggaan tersendiri bagi Sumatra Barat. Film tersebut diproduseri oleh Annisa Adjam, sineas asal Bukittinggi yang juga pendiri Aftersun Creative.

Karya ini disutradarai oleh Berthold Wahjudi dan merupakan hasil kolaborasi produksi Indonesia melalui Aftersun Creative bersama rumah produksi asal Jerman, Madfilm. Dengan dominasi kru dari Indonesia, film ini mendapatkan kehormatan untuk tayang perdana secara global dalam program kompetisi La Semaine de la Critique pada 19 Mei 2026.

Puncak pencapaian terjadi pada 21 Mei 2026, ketika panitia Critics’ Week mengumumkan bahwa film ini berhasil meraih CANAL+ Award, yang dipersembahkan oleh CANAL+. Menariknya, film ini menjadi salah satu dari hanya dua film pendek yang memperoleh penghargaan dalam program tersebut tahun ini.

Secara cerita, film ini mengikuti perjalanan emosional Yanto, seorang pemuda berdarah campuran Jerman–Indonesia yang kembali ke Indonesia untuk menemui adik perempuannya. Pertemuan tersebut kemudian berkembang menjadi refleksi mendalam tentang identitas, keterasingan, dan pencarian makna diri di tengah dua budaya yang berbeda.

Bagi Annisa Adjam, pencapaian ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi panjang tim kreatif lintas negara. Ia menilai sambutan hangat dari penonton internasional menjadi dorongan besar bagi sineas independen Indonesia.

“Bisa menghadirkan kisah berlatar Yogyakarta dengan perspektif karakter berdarah campuran, lalu mendapatkan respons positif dari penonton di Cannes, adalah pengalaman yang sangat berharga bagi kami. Kami berharap Yanto bisa terus berlayar ke berbagai ruang pemutaran, baik di Indonesia maupun di berbagai negara,” ujar Annisa Adjam.

Kehadiran Annisa bersama Bagus Suitrawan di Cannes tidak hanya untuk menerima penghargaan, tetapi juga dimanfaatkan untuk memperluas jaringan kerja sama internasional bagi film independen Indonesia serta membuka peluang distribusi lebih luas di berbagai festival film dunia.

Sebagai catatan, Aftersun Creative dikenal sebagai studio kreatif yang berfokus pada riset kreatif, produksi kolaboratif, dan distribusi film. Studio ini aktif mendorong kerja sama lintas budaya serta menghadirkan karya-karya yang mengangkat isu sosial dan identitas kontemporer di kawasan Asia Tenggara.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update