Jakarta, Rakyatterkini.com – Dua orang staf kampanye dari kandidat presiden Kolombia dilaporkan tewas setelah menjadi korban penembakan menjelang pemilihan presiden yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Mei 2026.
Peristiwa tersebut terjadi di wilayah Meta, Kolombia bagian tengah, pada Jumat malam (15/5/2026) waktu setempat.
Mengutip laporan Aljazeera, kabar duka itu disampaikan langsung oleh kandidat presiden sayap kanan, Abelardo de la Espriella. Ia menyebut para korban ditembak oleh pelaku bersenjata yang menggunakan sepeda motor.
Melalui unggahan di platform X, de la Espriella menegaskan bahwa kedua stafnya merupakan sosok yang berjuang untuk demokrasi dan kebebasan masyarakat Kolombia.
“Kesalahan mereka hanyalah percaya pada tanah air dan tidak menyerah pada kekerasan,” tulisnya.
Adapun kedua korban diketahui bernama Rogers Mauricio Devia Escobar, yang merupakan mantan Wali Kota Cubarral, serta rekannya Eder Fabian Cardona Lopez yang berperan sebagai penasihat.
Sementara itu, Kantor Ombudsman Kolombia juga melaporkan adanya insiden kekerasan lain yang menyasar mantan calon wali kota di wilayah yang sama. Lembaga tersebut memperingatkan bahwa rangkaian serangan ini berpotensi mengganggu hak politik masyarakat serta jalannya proses demokrasi dalam pemilu mendatang.
Wilayah Meta sendiri dikenal sebagai daerah yang rawan konflik, termasuk aktivitas kelompok bersenjata dan perdagangan narkotika, khususnya kokain. Kondisi keamanan yang belum stabil ini menjadi salah satu isu utama dalam pemilihan presiden yang akan menentukan penerus Presiden Gustavo Petro, pemimpin berhaluan kiri pertama di negara tersebut.
Dalam peta persaingan politik, senator dari kubu kiri Ivan Cepeda saat ini berada di posisi teratas dengan dukungan sekitar 37–40 persen pemilih. Disusul Abelardo de la Espriella di posisi kedua dengan perolehan lebih dari 20 persen, serta senator Paloma Valencia dari kubu kanan-tengah.
Menjelang pemilu, sedikitnya tiga kandidat presiden juga disebut menerima ancaman pembunuhan. Karena itu, pengamanan terhadap para kandidat kini diperketat oleh aparat keamanan.
Situasi politik Kolombia semakin tegang setelah sebelumnya senator sekaligus calon presiden Miguel Uribe ditembak saat kampanye di Bogota pada Juni 2025. Ia kemudian meninggal dunia dua bulan setelah kejadian tersebut.(da*)


