Notification

×

Iklan

BULOG Salurkan 388 Ribu Ton Beras SPHP hingga April 2026

Jumat, 01 Mei 2026 | 23:25 WIB Last Updated 2026-05-01T16:25:00Z

Direktur Utama Perum BULOG, Letnan Jenderal TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani mengecek ketersediaan beras 

Jakarta, Rakyatterkini.com – Pemerintah terus memperkuat berbagai langkah untuk menjaga kestabilan harga beras di tengah perubahan kondisi pasokan dan permintaan di masyarakat.

Salah satu kebijakan utama yang dijalankan adalah program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dikelola oleh Perum BULOG.

Hingga akhir April 2026, penyaluran beras SPHP telah mencapai lebih dari 380 ribu ton. Rinciannya, pada periode Januari hingga Februari sebanyak 221 ribu ton telah disalurkan. Sementara itu, tambahan 167,3 ribu ton disalurkan pada periode Maret sampai April. Secara keseluruhan, total distribusi sejak awal tahun mencapai 388,3 ribu ton.

Pencapaian ini menunjukkan konsistensi BULOG dalam menjaga kelancaran distribusi beras ke masyarakat, meskipun sempat terjadi masa transisi program di awal tahun. Sepanjang 2026, BULOG mendapatkan mandat untuk menyalurkan total 828 ribu ton beras SPHP.

Penugasan tersebut merujuk pada Surat Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 204/TS.03.03/K/2/2026 tertanggal 11 Februari 2026 tentang Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Program ini menjadi salah satu instrumen penting pemerintah dalam mengendalikan harga beras di pasaran.

Direktur Utama Perum BULOG, Letnan Jenderal TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa distribusi beras SPHP dilakukan secara berkesinambungan sepanjang tahun.

“Penyaluran beras SPHP dilakukan secara rutin sepanjang tahun sebagai upaya strategis untuk menjaga stabilitas harga serta memastikan masyarakat tetap bisa mendapatkan beras dengan harga yang terjangkau,” ujarnya, dikutip Kamis (30/4).

Untuk menjangkau masyarakat lebih luas, distribusi beras dilakukan melalui berbagai saluran, seperti pedagang di pasar rakyat, BUMN, koperasi, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, outlet binaan pemerintah daerah, hingga koperasi di lingkungan instansi pemerintah.

Penyaluran juga mendapat dukungan dari TNI dan Polri, termasuk melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang melibatkan kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah.

Selain itu, jaringan distribusi diperluas melalui Rumah Pangan Kita (RPK) yang kini telah mencapai sekitar 80 ribu titik di seluruh Indonesia. Jalur distribusi juga merambah ritel modern dan swalayan agar akses masyarakat terhadap beras SPHP semakin mudah dan merata.

Beras SPHP dikemas dalam ukuran 5 kilogram dengan kualitas medium. Harga jualnya mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET), yaitu Rp12.500 per kg untuk Zona 1 yang meliputi Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, Bali, NTB, dan Sulawesi.

Sementara itu, Zona 2 yang mencakup Sumatra selain Lampung dan Sumsel, NTT, serta Kalimantan ditetapkan Rp13.100 per kg. Adapun Zona 3 yang meliputi Maluku dan Papua sebesar Rp13.500 per kg.

Dengan dukungan stok yang cukup, jaringan distribusi yang luas, serta kerja sama lintas sektor, BULOG memastikan program SPHP tetap berjalan optimal sepanjang 2026.

Upaya ini diharapkan mampu menjaga kestabilan harga dan pasokan beras, sekaligus menjamin masyarakat mendapatkan pangan dengan harga yang tetap terjangkau di seluruh Indonesia.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update