Jakarta, Rakyatterkini.com – Aston Villa berhasil keluar sebagai juara Liga Europa 2025–2026 setelah tampil sangat dominan dan menundukkan Freiburg dengan skor meyakinkan 3-0 pada partai final yang digelar di Besiktas Park, Istanbul, Turki, Kamis (21/5/2026) dini hari WIB.
Kemenangan ini sekaligus mengakhiri penantian panjang selama 44 tahun bagi Villa untuk kembali mengangkat trofi di kompetisi Eropa.
Bagi klub asal Inggris tersebut, gelar ini juga menjadi trofi mayor pertama dalam tiga dekade terakhir. Sejak menit awal, Aston Villa tampil agresif dan menguasai jalannya pertandingan, membuat Freiburg kesulitan mengembangkan permainan di final Eropa pertama mereka sepanjang sejarah.
Dalam laga tersebut, Aston Villa mengenakan kostum serba putih sebagai bentuk penghormatan kepada skuad legendaris yang pernah menjuarai Piala Eropa 1982. Nuansa emosional sudah terasa sejak pertandingan dimulai.
Villa hampir saja membuka keunggulan saat laga baru berjalan dua menit. Sepakan keras Morgan Rogers memaksa kiper Noah Atubolu melakukan penyelamatan penting untuk mencegah kebobolan cepat.
Freiburg sendiri sempat mendapatkan peluang melalui Nicolas Höfler, namun tendangan kaki kirinya masih melebar dari sasaran yang dijaga Emiliano Martinez.
Kebuntuan akhirnya pecah menjelang akhir babak pertama lewat situasi sepak pojok. Morgan Rogers mengawali skema dengan umpan pendek sebelum mengirimkan bola lambung ke dalam kotak penalti.
Youri Tielemans kemudian menyambar bola tersebut dengan sepakan voli rendah yang tak mampu dihentikan Atubolu, membuat pendukung Villa bersorak merayakan gol pembuka.
Keunggulan Aston Villa bertambah di masa injury time babak pertama. Emiliano Buendia mencetak gol indah setelah memutar badan di tepi kotak penalti dan melepaskan tembakan melengkung ke sudut gawang Freiburg.
Memasuki babak kedua, Freiburg semakin tertekan dan kesulitan membangun serangan akibat dominasi Villa di semua lini.
Morgan Rogers kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-58. Ia berhasil memanfaatkan umpan silang rendah dari Buendia setelah melewati kawalan pemain lawan, sekaligus mengubah skor menjadi 3-0.
Gol tersebut menjadi gol ketiga Rogers di ajang Liga Europa musim ini. Meski pelatih Freiburg, Julian Schuster, melakukan dua pergantian pemain sekaligus, upaya tersebut tidak mampu mengubah keadaan.
Villa masih terus menekan dan hampir menambah gol melalui peluang Buendia dan John McGinn, namun hingga laga usai, Freiburg berhasil terhindar dari kekalahan yang lebih besar.
Hasil ini memastikan musim Aston Villa ditutup dengan gemilang setelah sebelumnya berhasil finis di lima besar Liga Inggris. Sementara itu, bagi pelatih Unai Emery, gelar ini menjadi trofi Liga Europa kelima sepanjang karier kepelatihannya.
Di sisi lain, kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi Freiburg yang masih belum mampu meraih trofi besar pertama dalam sejarah klub. Final Liga Europa 2026 pun berakhir sebagai malam yang mengecewakan bagi wakil Jerman tersebut. (da*)


