Jakarta, Rakyatterkini.com – Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah memberikan izin kepada tiga kapal tanker milik China yang mengangkut minyak dari Iran untuk melewati Selat Hormuz pada awal pekan ini. Informasi tersebut turut dikonfirmasi oleh Presiden AS Donald Trump.
Kebijakan ini dinilai bertolak belakang dengan tujuan blokade laut yang sebelumnya diterapkan AS, yakni membatasi aktivitas keluar-masuk kapal dari pelabuhan Iran di kawasan strategis Selat Hormuz.
Dalam sebuah wawancara dengan Fox News, Trump menyatakan bahwa kapal-kapal tanker tersebut memang diizinkan melintas. “Kapal-kapal itu diperbolehkan lewat karena kami memang mengizinkannya,” ujar Trump.
Keputusan tersebut disebut terjadi menjelang kunjungan Trump ke Beijing untuk melakukan pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping pada 14–15 Mei.
Di sisi lain, Iran sebelumnya dilaporkan telah membatasi sejumlah kapal kargo dan tanker yang melintas di Selat Hormuz sejak meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari. Dalam kondisi normal, jalur ini menjadi salah satu rute pengiriman energi paling penting di dunia, dengan sekitar seperlima pasokan minyak dan gas global melewatinya.
Sementara itu, Amerika Serikat juga diketahui menerapkan pembatasan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di sekitar wilayah selat tersebut.
Korps Garda Revolusi Iran juga menyebut bahwa sejumlah kapal China telah diizinkan melintas sejak Rabu malam, tepat sebelum kunjungan penting Trump ke China. Dalam pernyataannya yang dikutip Reuters, pihak Iran mengatakan bahwa telah dicapai kesepakatan terkait protokol pengelolaan Selat Hormuz sehingga kapal-kapal tertentu dapat melintas. Mereka juga menyebut proses pelayaran sudah dimulai sejak malam sebelumnya.
Media pemerintah Iran melaporkan lebih dari 30 kapal telah mendapatkan izin melintas, meskipun belum ada kejelasan apakah seluruhnya berasal dari China.
Ketegangan di Selat Hormuz sendiri telah mempengaruhi pasar global, mengingat jalur ini merupakan salah satu titik vital perdagangan energi dunia. Di sisi lain, AS tetap mempertahankan kebijakan pembatasan terhadap pelabuhan Iran di kawasan tersebut.
Trump juga mengklaim bahwa Presiden China Xi Jinping akan membantu menjaga agar Selat Hormuz tetap terbuka, sekaligus menyatakan bahwa China tidak akan memasok persenjataan ke Iran.
“Dia mengatakan tidak akan memberikan peralatan militer. Itu pernyataan besar,” kata Trump.
Menurut Trump, China berkepentingan menjaga kelancaran jalur tersebut karena masih bergantung pada impor minyak dari kawasan Timur Tengah. “Mereka membeli banyak minyak dari wilayah itu dan ingin tetap melanjutkannya,” ujarnya.
Hingga kini, pemerintah China belum memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan Trump tersebut. Namun sebelumnya, Beijing juga telah membantah tuduhan bahwa pihaknya memasok senjata ke Iran.(da*)


