Notification

×

Iklan

AS Dikabarkan Tunda Serangan ke Iran Saat Musim Haji

Jumat, 22 Mei 2026 | 13:14 WIB Last Updated 2026-05-22T06:14:00Z

AS Dikabarkan Tunda Serangan ke Iran Saat Musim Haji

Jakarta, Rakyatterkini.com – Pemerintah Amerika Serikat disebut-sebut berpotensi melanjutkan rencana serangan terhadap Iran setelah rangkaian ibadah haji di Arab Saudi selesai. Penundaan operasi militer yang sebelumnya disampaikan oleh Presiden Donald Trump diduga kuat berkaitan dengan pertimbangan situasi keamanan selama musim haji berlangsung.

Sejumlah sumber dari negara-negara Teluk menyebutkan bahwa eskalasi konflik kemungkinan kembali terjadi dalam beberapa pekan ke depan, tepat setelah musim haji berakhir. Mereka menilai jeda sementara ini lebih pada upaya mencegah dampak besar terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah.

Sebelumnya, Trump menunda rencana serangan yang dijadwalkan pada Selasa (19/5/2026) setelah adanya permintaan dari sejumlah pemimpin negara di kawasan Teluk.

Dua pejabat senior negara Teluk kepada media Middle East Eye mengungkapkan bahwa Trump telah diperingatkan mengenai risiko besar jika serangan dilakukan saat musim haji. Salah satu kekhawatiran utama adalah potensi terganggunya jutaan jemaah yang sedang berada di Arab Saudi.

Selain itu, langkah militer tersebut juga dinilai bisa memperburuk citra Amerika Serikat di mata dunia Islam apabila dilakukan pada periode ibadah besar tersebut.

Seorang pejabat tinggi AS yang mengetahui pembahasan internal itu menyebutkan bahwa terdapat diskusi serius di lingkaran pemerintahan Trump terkait dampak politik dan kemanusiaan dari operasi militer pada masa haji.

Ia juga menambahkan bahwa langkah tersebut berisiko merusak reputasi pemerintahan AS di tingkat global jika tetap dilanjutkan.

Sebelumnya, AS dan Israel dilaporkan tetap melakukan aksi militer terhadap Iran pada periode Ramadan. Namun, melanjutkan konflik saat musim haji dianggap jauh lebih sensitif karena Arab Saudi setiap tahunnya menampung sekitar satu juta jemaah dari berbagai negara.

Kondisi tersebut juga diperkirakan dapat memengaruhi jalur transportasi udara di kawasan Teluk, termasuk Qatar dan Uni Emirat Arab (UEA), serta konektivitas dari wilayah Asia Selatan dan Asia Timur.

Prosesi haji tahun ini sendiri dijadwalkan dimulai pada 24 Mei dan berlangsung sekitar enam hari.

Meski begitu, beberapa sumber mengingatkan bahwa pemerintah AS sebelumnya kerap menggunakan strategi diplomasi dan manuver informasi sebelum mengambil keputusan militer terhadap Iran.

Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump menyebut keputusan penundaan itu dilakukan setelah menerima permintaan dari sejumlah pemimpin kawasan, termasuk Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, serta Presiden UEA Mohamed bin Zayed Al Nahyan.

“Saya diminta oleh para pemimpin tersebut untuk menunda rencana serangan terhadap Republik Islam Iran,” tulis Trump.

Namun dalam pernyataannya, Trump tidak secara langsung menyebut musim haji sebagai faktor utama penundaan, melainkan menyinggung adanya peluang kemajuan dalam proses negosiasi dengan Iran.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update