Jakarta, Rakyatterkini.com - Mantan gelandang PSM Makassar, Wiljan Pluim, mengungkapkan alasan dirinya lebih memilih melanjutkan karier di Indonesia dibandingkan bertahan di Belanda, negara kelahirannya. Salah satu faktor utama yang ia sebut adalah pendapatan sebagai pesepakbola di Indonesia yang dinilai lebih tinggi dibandingkan di liga Belanda.
Perjalanan karier Wiljan Pluim
Pluim sempat berkarier di Eredivisie antara tahun 2008 hingga 2015. Ia pernah memperkuat beberapa klub seperti Vitesse Arnhem, Roda JC, PEC Zwolle, dan Willem II.
Pada pertengahan 2015, ia sempat tanpa klub selama sekitar enam bulan sebelum akhirnya bergabung dengan klub Vietnam, Binh Duong FC, pada Desember di tahun yang sama.
Dari titik itu, perjalanan kariernya di Asia Tenggara dimulai. Setahun kemudian, tepatnya Agustus 2016, ia resmi bermain di Indonesia bersama PSM Makassar.
Di klub inilah nama Wiljan Pluim benar-benar dikenal luas. Ia menjadi salah satu pemain asing yang sangat dicintai suporter dan dihormati di sepak bola Indonesia.
Selama memperkuat PSM, ia mencatatkan kontribusi besar dengan 47 gol dan 51 assist dari 178 pertandingan di semua ajang. Perannya turut membantu PSM meraih gelar Piala Indonesia 2019 serta juara Liga 1 musim 2022–2023.
Alasan bertahan di Indonesia
Dalam wawancara dengan media Belanda Algemeen Dagblad, Pluim menceritakan pengalamannya selama bermain di Indonesia. Ia mengaku sempat sangat merindukan keluarga di Belanda, namun tetap bertahan karena alasan profesional dan finansial.
Ia menyebut bahwa meski keinginan untuk kembali dan berkumpul dengan istri serta anak-anaknya selalu ada, pendapatan yang ia peroleh di Indonesia tidak bisa ia dapatkan jika bermain di Belanda.
“Secara pribadi saya sangat merindukan keluarga di Belanda. Kembali ke sana tentu bukan hal yang buruk, tapi secara finansial saya tidak akan mendapatkan jumlah yang sama seperti di Indonesia,” ungkapnya.
Pluim juga menambahkan bahwa seiring waktu, kehidupannya di Indonesia semakin terasa nyaman. Ia bahkan menganggap Makassar sebagai rumah keduanya setelah bertahun-tahun tinggal dan bermain di sana.
Kariernya di Indonesia kemudian ditutup dengan membela Borneo FC pada musim Liga 1 2023–2024 sebelum akhirnya ia mengakhiri perjalanan sebagai pesepakbola profesional.(da*)


