Notification

×

Iklan

Warga Gunungsitoli Bakar Babi di Jalan Akibat Persoalan Ternak

Selasa, 07 April 2026 | 05:32 WIB Last Updated 2026-04-06T22:32:00Z

Aksi para warga membakar hewan di tengah jalan provinsi

Jakarta, Rakyatterkini.com– Sekitar seratus warga di Gunungsitoli, Sumatera Utara, sempat menguasai badan jalan di sekitar usaha peternakan babi milik seorang pengusaha yang identitasnya belum diketahui, Senin (6/4/2026) pukul 08.00 WIB.

Ketegangan meningkat ketika warga meluapkan kemarahan mereka dengan membakar dua ekor babi di jalan dan dekat penampungan ternak yang berada di pesisir. Peristiwa ini menarik perhatian pengendara dan masyarakat sekitar.

Dua babi yang dibakar terlihat hangus di lokasi. Kepolisian segera turun tangan untuk mengamankan area dan mencegah situasi semakin meluas.

Menurut seorang warga, A Harefa, aksi ini merupakan puncak frustrasi masyarakat yang telah menumpuk selama beberapa waktu. Kejadian ini bermula dari penggerebekan gudang oleh warga pada Minggu malam (5/4/2026) di Sisarahili Gamo, Kecamatan Gunungsitoli.

Warga menemukan puluhan hingga ratusan babi yang diduga masuk dari luar Kepulauan Nias tanpa jalur resmi. Hal ini memicu keresahan, khususnya di kalangan peternak lokal, terkait kemungkinan penyebaran penyakit hewan.

Selain itu, babi dari luar daerah dijual dengan harga lebih rendah, sehingga merugikan peternak lokal, pemotong hewan, dan pelaku usaha kecil.

Aksi pembakaran di jalan menuai beragam tanggapan. Asman Lase menilai tindakan tersebut merusak fasilitas umum dan infrastruktur jalan yang digunakan bersama. Di sisi lain, sebagian warga menduga babi yang dibakar berpotensi membawa penyakit, sehingga tindakan itu dianggap sebagai upaya pencegahan.

Penyebab utama kericuhan masih belum diketahui secara resmi. Aparat kepolisian telah mengamankan lokasi dan berupaya menenangkan situasi, namun belum memberikan keterangan resmi terkait latar belakang peristiwa.

Kepala Seksi Humas Polres Nias, Aipda Motivasi Gea, belum memberikan tanggapan. Polisi terus mendalami kasus ini untuk mengungkap fakta terkait masuknya babi ke wilayah tersebut.

Sementara itu, jurnalis setempat melakukan investigasi lebih lanjut untuk memastikan siapa pemilik sah puluhan ternak babi yang ditemukan di gudang Sisarahili Gamo.

Peristiwa ini menyoroti ketegangan yang muncul akibat distribusi ternak, masalah kesehatan hewan, dan dampaknya terhadap ekonomi masyarakat lokal. Aparat diharapkan segera memberikan informasi transparan agar situasi kembali kondusif.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update