Padang, Rakyatterkini.com — Wali Kota Padang, Fadly Amran, turun langsung meninjau proses rehabilitasi lahan persawahan yang terdampak banjir di kawasan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, pada Senin (20/4/2026).
Dalam kunjungan tersebut, ia melihat perkembangan pekerjaan yang saat ini mulai dikerjakan oleh warga setempat dengan bantuan alat berat serta kerja bakti atau gotong royong masyarakat.
Menurut Fadly Amran, perbaikan lahan pertanian ini merupakan bantuan dari pemerintah pusat melalui kementerian terkait yang baru saja tiba di Kota Padang sekitar sepekan lalu. Program tersebut kemudian segera ditindaklanjuti dengan aksi bersama warga.
“Rehabilitasi lahan sawah ini merupakan bantuan dari kementerian yang baru tiba sekitar satu minggu lalu di Padang. Saat ini sudah langsung dikerjakan melalui gotong royong masyarakat dan didukung beberapa alat berat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah kota akan terus mendorong agar proses perbaikan ini bisa selesai lebih cepat, sehingga lahan pertanian dapat kembali berfungsi dan menghasilkan.
“Semoga pengerjaannya bisa segera tuntas, sehingga lahan kembali produktif. Baik dari segi pengolahan tanah, perbaikan irigasi, maupun aspek lainnya agar hasilnya maksimal,” tambahnya.
Fadly juga menyoroti kondisi petani yang terdampak cukup berat akibat bencana tersebut, di mana banyak lahan tertutup material banjir dan mengalami kerusakan serius.
Ia pun meminta dinas terkait hingga pihak kecamatan untuk lebih aktif memberikan perhatian dan pendampingan kepada para petani yang terdampak, agar beban mereka bisa sedikit berkurang.
“Kami minta dinas terkait dan camat benar-benar memperhatikan kondisi petani. Setelah bencana, mereka mengalami kesulitan dan harus mencari penghidupan lain. Karena itu, percepatan rehabilitasi sangat penting,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yulian, menjelaskan bahwa program rehabilitasi ini mencakup lima kelompok tani dengan total lahan seluas 102 hektare.
“Program ini menyasar lima kelompok tani dengan luas lahan 102 hektare dan total anggaran sebesar Rp1.377.000.000,” jelasnya.(da*)


