Notification

×

Iklan

TP PKK Sumbar Nilai Lomba Dasawisma di Pasbar 2026

Jumat, 24 April 2026 | 11:44 WIB Last Updated 2026-04-24T04:44:00Z

Staf Ahli TP PKK Provinsi Sumbar, Dianita Maulin Vasko memetik cabai

Simpang Empat, Rakyatterkini.com— Upaya memperkuat peran keluarga sebagai dasar pembangunan terus dilakukan oleh Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) melalui kegiatan Lomba Dasawisma Berprestasi 2026.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan tersebut, tim TP PKK Provinsi melakukan penilaian langsung di Nagari Air Haji, Kecamatan Sungai Aur, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), pada Kamis (23/4/2026).

Penilaian ini dipimpin oleh Staf Ahli TP PKK Provinsi Sumbar, Dianita Maulin Vasko. Kehadirannya disambut oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, TP PKK daerah, serta masyarakat Nagari Ranah Air Haji.

Dasawisma sendiri merupakan kelompok terkecil dalam struktur PKK yang berperan penting sebagai pelaksana berbagai program pemberdayaan keluarga di tingkat rumah tangga.

Dalam kesempatan tersebut, Dianita memberikan apresiasi atas kesiapan serta kerja sama seluruh pihak dalam menyukseskan kegiatan Lomba Dasawisma Berprestasi 2026. Ia menegaskan bahwa ajang ini bukan hanya kompetisi antar nagari di Sumbar, tetapi juga sarana evaluasi, pembinaan, dan penguatan gerakan PKK di masyarakat.

“Terima kasih atas sambutan dan persiapan yang sudah dilakukan. Ini menunjukkan adanya komitmen bersama dalam menjalankan program PKK di lapangan,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54 tahun 2026 dengan tema “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045”. Tema tersebut menekankan pentingnya penguatan program PKK yang berkelanjutan untuk mendukung pembangunan nasional.

Menurutnya, dasawisma memiliki peran strategis karena menjadi garda terdepan yang berhubungan langsung dengan keluarga. Berbagai program seperti pendataan keluarga, kesehatan, pendidikan, ketahanan pangan, hingga ekonomi keluarga berawal dari kelompok ini.

“Melalui peninjauan ini, kami ingin melihat langsung pelaksanaan program, inovasi, serta keberlanjutan kegiatan dasawisma. Ini juga menjadi bagian dari verifikasi terhadap peserta yang telah melalui tahap penilaian sebelumnya,” jelasnya.

Dianita menambahkan bahwa keberhasilan PKK sangat bergantung pada kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah hingga partisipasi masyarakat. Ia berharap kegiatan ini dapat melahirkan dasawisma yang berprestasi sekaligus menjadi contoh bagi daerah lain.

Sementara itu, Asisten III Setdakab Pasaman Barat, Harlina Syahputri, yang mewakili Bupati, menyampaikan bahwa gerakan PKK sejalan dengan visi pembangunan daerah untuk mewujudkan Pasaman Barat yang maju dan sejahtera berbasis agama dan budaya.

“Dasawisma adalah ujung tombak pelaksanaan program tersebut. Kegiatan ini bukan hanya lomba, tetapi juga bentuk nyata kepedulian terhadap pembangunan dari tingkat nagari,” katanya.

Ia juga mengapresiasi peran kader PKK yang dinilai telah membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mulai dari lingkungan, kesehatan, hingga pendidikan anak.

Hal senada disampaikan Ketua TP PKK Kabupaten Pasaman Barat, Sifrowati Yulianto, yang menekankan bahwa dasawisma merupakan unit penting sebagai basis data dan pelaksana program PKK. Saat ini, Pasaman Barat memiliki lebih dari 5.970 kelompok dasawisma yang tersebar di 11 kecamatan dan 90 nagari.

“Dasawisma tidak hanya menjalankan program, tetapi juga menjadi sumber data penting bagi pemerintah dalam perencanaan pembangunan,” ujarnya.

Ia juga mendorong penguatan sinergi antara PKK dan pemerintah nagari, termasuk dalam dukungan anggaran untuk menjalankan 10 Program Pokok PKK.

Dalam penilaian ini, Dasawisma Bougenville 14 Nagari Ranah Air Haji mewakili Kabupaten Pasaman Barat di tingkat provinsi. Partisipasi ini diharapkan dapat meningkatkan semangat gotong royong serta mendorong inovasi di masyarakat.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme, dihadiri oleh TP PKK Kabupaten Pasaman Barat, camat Sungai Aur, wali nagari, serta para kader dasawisma.

Melalui kegiatan ini, diharapkan muncul praktik-praktik terbaik yang dapat diterapkan di berbagai daerah, sekaligus memperkuat peran keluarga sebagai fondasi utama dalam mewujudkan masyarakat sejahtera menuju Indonesia Emas 2045.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update