Jakarta, Rakyatterkini.com — Perubahan mulai tampak di salah satu sudut Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara. Di tengah aktivitas pembangunan yang terus berjalan, dinding-dinding rumah warga penerima program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) mulai berdiri.
Apa yang sebelumnya masih berupa rencana kini sudah memasuki tahap nyata. Dari 10 unit rumah yang menjadi sasaran, progres pengerjaan telah mencapai sekitar 15 persen.
Saat ini, sebagian besar bangunan sudah memasuki tahap awal seperti pemasangan pondasi, sementara beberapa lainnya mulai dilanjutkan dengan pembangunan tembok.
Salah satu penerima bantuan, Misdi, tidak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Ia kerap memperhatikan rumahnya yang dulu sangat sederhana dan kini mulai berubah wujud. Bangunan yang sebelumnya berdinding anyaman bambu itu kini telah memiliki pondasi yang kokoh dan dinding yang mulai terbentuk.
“Alhamdulillah, rumah saya sekarang sudah mulai terlihat bentuknya. Dulu kondisinya sangat sederhana, masih dari bambu, tapi sekarang sudah ada pondasi dan tembok yang lebih kuat,” ungkapnya dengan haru, Minggu (26/4/2026).
Bagi Misdi, proses pembangunan ini bukan sekadar perubahan fisik bangunan, melainkan juga simbol perbaikan kualitas hidup yang ia rasakan.
Di lokasi yang sama, suasana kebersamaan antara anggota Satgas TMMD dan warga terlihat begitu erat. Mereka bekerja bersama tanpa sekat, memiliki tujuan yang sama untuk mewujudkan hunian yang lebih layak bagi masyarakat.
Babinsa Koramil 12/Karanganyar Desa Krangean, Serma Jarwono, menjelaskan bahwa kemajuan pembangunan ini tidak lepas dari semangat gotong royong yang terus terjaga dengan baik.
“Alhamdulillah, progres RTLH sudah sekitar 15 persen. Semua rumah sudah mulai dikerjakan, terutama pada tahap pondasi dan pemasangan tembok,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa partisipasi warga menjadi faktor penting yang mempercepat proses pembangunan.
“Warga sangat antusias membantu setiap hari, sehingga pekerjaan bisa berjalan lebih lancar,” tambahnya.
Seiring berjalannya waktu, rumah-rumah tersebut akan terus diselesaikan hingga tahap akhir. Namun lebih dari sekadar bangunan, yang sedang dibangun di Desa Krangean adalah rasa aman, kenyamanan, serta harapan baru bagi para penghuninya.
Program TMMD di desa ini bukan hanya sekadar kegiatan pembangunan fisik, melainkan juga wujud kebersamaan yang perlahan membawa perubahan nyata bagi kehidupan masyarakat.(da*)


