Notification

×

Iklan

Solok Siapkan Antisipasi El Nino 2026 di Sektor Pertanian

Senin, 20 April 2026 | 14:09 WIB Last Updated 2026-04-20T07:17:53Z

Antisipasi El Nino, Pemko Solok Siapkan Strategi Air dan Pola Tanam untuk Petani

Solok, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kota Solok mulai mengambil langkah antisipatif menghadapi potensi musim kemarau panjang yang dipicu fenomena El Nino pada 2026. 

Fokus utama diarahkan pada sektor pertanian, terutama dalam menjaga pasokan air irigasi serta membantu petani melakukan penyesuaian sejak dini.

Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra, turun langsung menemui para petani pada Kamis (16/4) untuk mendengarkan masukan sekaligus mengecek kesiapan di lapangan terkait kemungkinan krisis air.

Dalam dialog tersebut, para petani mengungkapkan kekhawatiran mereka terhadap menurunnya ketersediaan air yang dikhawatirkan dapat memengaruhi hasil panen serta ketahanan pangan daerah.

Ramadhani menjelaskan bahwa El Nino yang diprediksi berlangsung antara April hingga Oktober 2026 berpotensi menyebabkan musim kemarau lebih panjang dengan suhu yang lebih panas dan kondisi yang lebih kering dari biasanya.

“Situasi ini perlu kita hadapi bersama. Pemerintah tidak akan tinggal diam dan sudah menyiapkan berbagai langkah nyata untuk menjaga sektor pertanian tetap berjalan,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, pemerintah daerah akan memaksimalkan pengelolaan air dengan memperbaiki jaringan irigasi, melakukan normalisasi saluran, serta menerapkan sistem pembagian air secara bergilir agar kebutuhan petani tetap terpenuhi meskipun terjadi kekeringan.

Selain itu, koordinasi antarinstansi juga diperkuat guna memastikan infrastruktur pertanian siap menghadapi dampak cuaca ekstrem.

Petani juga diarahkan untuk mulai beradaptasi dengan kondisi iklim yang berubah, misalnya dengan menyesuaikan pola tanam, menggunakan varietas padi yang lebih tahan terhadap kekeringan, serta meningkatkan efisiensi penggunaan air.

Peran penyuluh pertanian akan diperkuat untuk memberikan pendampingan teknis dan solusi langsung kepada petani di lapangan.

Ramadhani menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sangat penting dalam menghadapi tantangan ini, termasuk dalam menjaga dan menggunakan sumber daya air secara lebih bijak.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update