Notification

×

Iklan

Solok Perkuat Pencegahan Narkoba di Sekolah

Rabu, 08 April 2026 | 16:44 WIB Last Updated 2026-04-08T09:44:00Z

Pemkab Solok Tekankan Peran Keluarga dan Nagari untuk Cegah Pekat dan Narkoba

Solok, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kabupaten Solok memperkuat upaya mencegah penyakit masyarakat (pekat) dan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar melalui sosialisasi langsung di sekolah. Program ini menekankan peran keluarga, nagari, dan lingkungan pendidikan sebagai fondasi pencegahan.

Kegiatan ini berlangsung di MTsN 3 Solok, Alahan Panjang, dan MTsN 6 Solok, Talang Babungo, pada Senin (6/4/2026). Program tersebut menjadi bagian dari strategi pencegahan dini yang menyasar pelajar di Kecamatan Lembah Gumanti dan Hiliran Gumanti.

Wakil Bupati Solok, Candra, menegaskan bahwa masalah pekat dan narkoba bukan hanya isu sosial, melainkan ancaman nyata yang dapat memengaruhi masa depan generasi muda jika tidak ditangani sejak dini.

“Ini lebih dari sekadar sosialisasi, ini adalah tindakan pencegahan konkret. Tujuannya agar generasi muda terlindungi dari pengaruh negatif yang bisa merusak masa depan mereka,” jelasnya.

Ia juga menyoroti bahaya laten penyalahgunaan narkoba dan pergaulan bebas, termasuk risiko penyakit menular seperti HIV/AIDS yang sering kali tidak terlihat pada tahap awal.

Menurut Candra, pengawasan tidak cukup dilakukan hanya di sekolah, tetapi juga perlu dukungan keluarga dan nagari melalui penerapan aturan yang tegas dan konsisten.

“Peran keluarga dan nagari sangat penting. Aturan lokal terbukti efektif dalam menjaga ketertiban dan mencegah perilaku menyimpang,” ujarnya, sambil mencontohkan larangan hiburan malam di salah satu nagari yang berhasil menekan konflik sosial dan menciptakan lingkungan lebih kondusif.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Solok, Zulkifli, menekankan pentingnya penguatan nilai keagamaan sebagai benteng utama melawan pengaruh negatif.

Ia menambahkan, banyak pelajar yang belum rutin menjalankan praktik dasar keagamaan, sehingga perlu adanya pembinaan lebih intensif di lingkungan pendidikan.

“Kami mendorong madrasah untuk memperkuat pendidikan agama, termasuk pembiasaan shalat berjamaah, sebagai upaya membentuk karakter disiplin dan religius,” tutupnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update