Jakarta, Rakyatterkini.com - Sejumlah pelajar SMP di Kota Medan, Sumatera Utara, terpaksa mengambil jalur berbahaya dengan menyeberangi Sungai Deli melalui pipa air untuk berangkat ke sekolah. Hal ini dilakukan karena tidak tersedianya jembatan penghubung di kawasan tersebut.
Kegiatan tersebut sudah menjadi pemandangan rutin setiap hari. Para siswa berjalan hati-hati di atas pipa milik PDAM yang melintang di atas sungai, sementara di bawahnya mengalir arus Sungai Deli yang cukup lebar dan deras.
Baik siswa laki-laki maupun perempuan, sebagian masih mengenakan seragam sekolah saat pulang, memilih rute ini karena dinilai lebih cepat dibanding harus memutar lewat jalur lain yang lebih jauh.
Diketahui, sebelumnya di lokasi itu terdapat jembatan penghubung antara Gang Perbatasan, Jalan Brigjen Katamso, Kecamatan Medan Maimun dengan Kecamatan Medan Polonia. Namun, jembatan bekas rel kereta api tersebut kini sudah tidak lagi ada.
Salah satu siswa, Mita, pelajar kelas VII SMPN 34 Medan, mengatakan dirinya terpaksa melewati pipa tersebut karena jarak rumah ke sekolah menjadi lebih singkat. Ia tinggal di Medan Polonia, sementara sekolahnya berada di kawasan Gang Perbatasan. “Kalau mutar jauh, tapi lewat sini lebih dekat,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Pramudya, siswa lainnya, yang kerap menggunakan jalur tersebut terutama saat pulang sekolah. Ia memilih melewati pipa agar dapat menghemat biaya transportasi dari orang tuanya. “Supaya lebih cepat sampai rumah,” katanya.
Sementara itu, Kepala Lingkungan 21 Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimun, Lestari, membenarkan bahwa warga dan pelajar sering melintasi pipa tersebut. Meski sudah beberapa kali diingatkan karena risiko keselamatan, mereka tetap melakukannya karena akses yang lebih singkat.
Warga dari tiga kelurahan serta dua kecamatan di sekitar lokasi berharap pemerintah segera membangun kembali jembatan penghubung tersebut, karena sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas pendidikan maupun kegiatan ekonomi masyarakat.(da*)


