Notification

×

Iklan

Rusia Siap Pasok Minyak Mentah ke Indonesia

Sabtu, 18 April 2026 | 04:33 WIB Last Updated 2026-04-17T21:33:00Z

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Seskab Teddy. 

Jakarta, Rakyatterkini.com – Menindaklanjuti pertemuan tingkat tinggi antara Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia kemudian melakukan kunjungan kerja ke Moskow untuk bertemu Menteri Energi Rusia, Sergey Tsivilev, pada Selasa (14/4).

Hasil pertemuan tersebut kemudian dilaporkan Bahlil kepada Presiden Prabowo di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (16/4). 

Dalam laporannya, Bahlil menyampaikan adanya peluang kerja sama energi yang cukup besar antara Indonesia dan Rusia.

Ia mengungkapkan bahwa Rusia menyatakan kesiapan untuk memasok minyak mentah (crude oil) guna membantu memperkuat ketahanan energi Indonesia. “Alhamdulillah, hasilnya cukup positif. Kita berpeluang mendapatkan pasokan minyak mentah dari Rusia,” ujarnya.

Di tengah kondisi pasar energi global yang tidak stabil dan berdampak pada pasokan minyak dunia, pemerintah Indonesia terus berupaya mencari sumber impor dari berbagai negara. Hal ini dilakukan karena kebutuhan impor minyak nasional masih mencapai sekitar 1 juta barel per hari.

Bahlil menegaskan bahwa sesuai arahan Presiden Prabowo, pemerintah berupaya memastikan ketersediaan pasokan minyak mentah untuk kebutuhan nasional hingga akhir tahun berjalan. Ia juga menyebut bahwa langkah pengamanan pasokan ini sudah hampir final untuk periode beberapa bulan ke depan.

“Presiden selalu menekankan pentingnya menjaga ketersediaan energi sepanjang tahun. Untuk itu, kami memastikan suplai minyak dari bulan ini sampai Desember dapat terjaga dengan baik,” jelasnya.

Selain itu, ia menambahkan bahwa pemerintah juga fokus pada efisiensi harga dalam proses impor minyak. Indonesia akan mengupayakan harga terbaik agar tidak melebihi harga pasar global.

“Prinsipnya, kita berusaha mendapatkan harga yang kompetitif, minimal setara dengan harga pasar, bahkan kalau bisa lebih rendah,” tegas Bahlil.

Tidak hanya soal minyak mentah, dalam pertemuan tersebut juga dibahas peluang kerja sama lain, termasuk pembangunan infrastruktur energi di Indonesia dengan dukungan Rusia.

Pihak Rusia disebutkan juga terbuka untuk membantu pengembangan fasilitas energi guna memperkuat cadangan dan ketahanan energi nasional.

Selain itu, Bahlil turut membahas potensi kerja sama pasokan LPG dari Rusia. Namun, ia mengakui bahwa pembahasan terkait LPG masih memerlukan proses komunikasi lanjutan. Sementara itu, untuk minyak mentah, kesepakatan sudah berada pada tahap yang sangat dekat dengan finalisasi.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update