Notification

×

Iklan

Ricuh Demo Tolak Kawasan Industri di Takalar

Rabu, 29 April 2026 | 19:45 WIB Last Updated 2026-04-29T12:45:00Z

Demonstrasi warga menolak rencana pembangunan kawasan industri di 

Jakarta, Rakyatterkini.com – Aksi unjuk rasa ratusan warga yang menolak rencana pembangunan kawasan industri di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, berakhir ricuh di depan Kantor Bupati Takalar pada Selasa (28/4/2026). 

Ketegangan terjadi setelah massa yang merasa tidak ditemui oleh bupati kemudian merobohkan pagar dan masuk ke area kantor.

Kelompok demonstran yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Masyarakat Laikang tersebut sempat merusak pagar kantor bupati dan berusaha menerobos masuk ke dalam gedung untuk bertemu langsung dengan Bupati Takalar, Mohammad Firdaus.

Aparat keamanan yang berjaga berupaya mencegah massa agar tidak masuk lebih jauh hingga ke ruang kerja bupati. Situasi memanas setelah bupati tak kunjung menemui para pengunjuk rasa meski aksi orasi telah berlangsung cukup lama.

Dalam aksinya, warga menolak rencana pembangunan kawasan industri di Desa Laikang. Mereka menilai proyek tersebut berpotensi mengganggu sumber penghidupan masyarakat, terutama para petani rumput laut di wilayah itu.

Salah satu peserta aksi, Nasrun, mengatakan bahwa tindakan mereka merupakan bentuk luapan kekecewaan sekaligus kekhawatiran terhadap dampak ekonomi yang mungkin terjadi.

“Kami menerobos karena ini sudah menjadi kemarahan masyarakat,” ujar Nasrun di lokasi aksi.

Sementara itu, DPRD Kabupaten Takalar menyampaikan bahwa pembahasan rencana pembangunan kawasan industri masih berlangsung di tingkat dewan dan belum mencapai keputusan akhir.

Anggota Komisi I DPRD Takalar, Ahmad Nyengka, menegaskan bahwa proses tersebut masih dalam tahap kajian. Ia juga mengimbau agar masyarakat tetap mengawal prosesnya dengan cara yang tertib.

“Kami berharap teman-teman aksi tetap mengawal, tetapi dengan cara yang tertib,” ujarnya.

Sebelumnya, warga Desa Laikang juga telah melakukan aksi serupa sebagai bentuk penolakan. Mereka bahkan mengancam akan menggelar demonstrasi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar apabila aspirasi mereka tidak ditindaklanjuti.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update