Notification

×

Iklan

Program 3 Juta Rumah Dorong Ekonomi Nasional

Jumat, 17 April 2026 | 14:21 WIB Last Updated 2026-04-17T07:27:30Z

Warga melintas di sekitar proyek pembangunan perumahan bersubsidi

Jakarta, Rakyatterkini.com — Pemerintah menilai program pembangunan 3 juta rumah yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto akan memberikan dampak berantai (multiplier effect) yang besar terhadap perekonomian nasional. 

Program ini disebut melibatkan sedikitnya 185 sektor industri turunan serta membuka peluang penyerapan tenaga kerja, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari, menjelaskan bahwa efek berganda tersebut muncul karena meningkatnya permintaan pada rantai pasok dalam negeri. Kondisi ini dinilai turut menguntungkan berbagai pelaku usaha, mulai dari skala kecil hingga perusahaan besar.

“Pelaksanaan Program 3 Juta Rumah menimbulkan efek berantai yang menggerakkan ekonomi dari level usaha mikro sampai korporasi besar,” ujar Qodari dalam konferensi pers, Selasa (15/4).

Ia mencontohkan, program ini akan mendorong kebutuhan terhadap setidaknya 185 industri pendukung yang terbagi dalam dua sektor, yaitu hulu dan hilir.

Pada sektor hulu, peningkatan permintaan akan terjadi pada bahan bangunan seperti semen, baja ringan, keramik, batu bata, genteng, hingga cat. 

Sementara itu, di sektor hilir, dampaknya dirasakan oleh pelaku usaha furnitur, produsen peralatan rumah tangga, jasa desain interior, serta sektor keuangan seperti perbankan dan asuransi.

Menurutnya, dampak di sektor hilir akan semakin terasa setelah proses serah terima rumah kepada masyarakat dilakukan.

“Pembangunan rumah ini mengaktifkan sedikitnya 185 industri turunan dalam dua kelompok utama,” tambahnya.

Lebih lanjut, Qodari menyebut program ini juga berpotensi menyerap banyak tenaga kerja, baik terampil maupun tidak terampil. Untuk satu unit rumah tapak saja, rata-rata membutuhkan sekitar lima hingga tujuh pekerja secara langsung maupun tidak langsung.

Selain pekerja konstruksi, peluang kerja juga terbuka bagi profesi pendukung seperti arsitek, insinyur sipil, hingga mandor proyek. Tidak hanya itu, sektor lain seperti pekerja pabrik bahan bangunan, sopir logistik, hingga pedagang kecil di sekitar proyek juga ikut terdampak positif.

“Program ini membentuk ekosistem ekonomi baru yang menciptakan lapangan kerja nyata bagi masyarakat,” tutupnya. (da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update