Notification

×

Iklan

Prabowo Tegaskan Komitmen Transformasi Ekonomi dan Energi Hijau

Rabu, 01 April 2026 | 01:13 WIB Last Updated 2026-03-31T18:13:00Z

Presiden Prabowo Subianto saat berpidato 

Jakarta, Rakyatterkini.com– Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan tekad pemerintah dalam mendorong perubahan ekonomi secara menyeluruh, mempererat kerja sama strategis, serta mempercepat peralihan ke energi ramah lingkungan.

Hal tersebut disampaikannya saat memberikan pidato utama dalam Forum Bisnis Indonesia–Jepang yang berlangsung di Tokyo, Jepang, pada Senin (30/3/2026).

Dalam sektor energi, Presiden menjelaskan bahwa Indonesia sedang melakukan langkah besar menuju pemanfaatan energi bersih dan terbarukan untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah situasi global yang tidak menentu. Ia menyebutkan, dalam kurun tiga tahun ke depan, pemerintah menargetkan pembangunan kapasitas energi surya hingga 100 gigawatt.

Selain tenaga surya, Indonesia juga mengembangkan sumber energi terbarukan lainnya, seperti panas bumi dan bahan bakar nabati. Ia menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi panas bumi yang sangat besar, termasuk salah satu yang terbesar di dunia.

Pemerintah juga tengah mempercepat produksi biodiesel berbasis kelapa sawit dengan meningkatkan kadar campuran dari 40 persen menjadi 50 persen, serta mengembangkan bahan bakar berbasis etanol.

Menurutnya, berbagai upaya tersebut akan memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian global yang terus berkembang.

Dorong Hubungan Ekonomi yang Stabil

Menanggapi kondisi global, Presiden menilai pentingnya menjaga hubungan ekonomi yang stabil dan rasional di tengah dinamika geopolitik yang kompleks.

Ia menyebut dunia saat ini diwarnai risiko dan ketidakpastian, sehingga hubungan ekonomi yang sehat menjadi sangat krusial. Sebagai negara dengan sistem ekonomi terbuka, Indonesia akan tetap menjalankan politik luar negeri bebas aktif.

Presiden juga menegaskan bahwa hubungan antara Indonesia dan Jepang merupakan kemitraan strategis yang harus terus dipelihara dan diperkuat.

Fokus Reformasi dan Industrialisasi

Di sisi lain, Presiden menekankan pentingnya reformasi tata kelola pemerintahan agar lebih bersih, efektif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Ia menyatakan bahwa masyarakat mengharapkan pemerintahan yang transparan dan efisien dalam menjalankan tugasnya.

Transformasi ekonomi juga diarahkan pada peningkatan nilai tambah melalui proses industrialisasi, sehingga Indonesia tidak lagi bergantung pada ekspor bahan mentah.

Selain itu, Presiden turut menyoroti perlunya menjaga kelestarian sumber daya alam, khususnya hutan, melalui program penghijauan dan reboisasi sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.

Ia menegaskan bahwa perlindungan hutan bukan hanya penting bagi Indonesia, tetapi juga bagi kepentingan global.

Forum ini menjadi ajang bagi Indonesia untuk menegaskan komitmen pembangunan yang berfokus pada energi hijau, industrialisasi, reformasi pemerintahan, serta penguatan kerja sama internasional.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update