Padang, Rakyatterkini.com – Prosesi adat malewakan panghulu pucuk Niniak Mamak Kepala Waris Suku Caniago Sumagek Jurai Rumah Gadang Atok Ijuak kembali dilaksanakan di Rumah Kaum Suku Caniago Sumagek, Jalan MH Thamrin, Alang Laweh, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Sabtu (18/4/2026).
Dalam kegiatan adat tersebut, Tridarsa Tosib Rangkuti, BBA resmi ditetapkan dengan gelar Sutan Sari Maharajo Basa sebagai Panghulu Pucuk. Acara ini merupakan lanjutan dari rangkaian prosesi pengukuhan dan tagak gala yang sebelumnya telah digelar pada 3 April 2026 di Cibubur, DKI Jakarta.
Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat Syaiful Bahri, Asisten I Setda Kota Padang Tarmizi Ismail, perwakilan LKAAM Sumbar, Kerapatan Adat Nagari (KAN), serta niniak mamak dan bundo kanduang dari berbagai suku.
Dalam sambutannya, Syaiful Bahri menegaskan pentingnya menjaga serta melestarikan adat dan budaya Minangkabau di tengah arus globalisasi yang semakin kuat. Hal serupa juga disampaikan Tarmizi Ismail yang berharap peran niniak mamak semakin diperkuat dalam mempertahankan nilai-nilai adat di tengah masyarakat.
Sementara itu, Panghulu Pucuk yang baru dikukuhkan, Tridarsa Tosib Rangkuti, menyampaikan bahwa amanah tersebut merupakan tanggung jawab besar dalam menjaga serta memperkuat budaya Minangkabau.
“Budaya Minang perlu kita perkokoh kembali. Saat ini, nilai ‘adat basandi syara’, syara’ basandi kitabullah’ mulai memudar. Ini menjadi tugas bersama untuk menghidupkannya lagi,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti mulai berkurangnya pemahaman generasi muda terhadap sistem kekerabatan matrilineal yang menjadi ciri khas Minangkabau. Karena itu, pihaknya berencana memperkuat edukasi adat melalui pelatihan, baik untuk masyarakat di ranah maupun perantauan.
Tridarsa juga menekankan pentingnya menjaga warisan budaya, termasuk silsilah keluarga (ranji) agar tidak terputus, serta melestarikan situs sejarah di kawasan Alang Laweh seperti makam tokoh-tokoh terdahulu.
Di sisi lain, Bundo Kanduang Puti Hj. Draga Rangkuti menjelaskan bahwa kaum Caniago Sumagek merupakan salah satu kaum yang masih menjaga garis keturunan secara utuh sejak tahun 1559 yang berasal dari Pagaruyung.
Ia menambahkan bahwa penunjukan Tridarsa sebagai panghulu pucuk didasarkan pada kemampuan serta kepeduliannya dalam merangkul keluarga dan menjaga adat Minangkabau.
“Beliau mampu berkomunikasi dengan baik, fleksibel, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap budaya. Kami berharap kepemimpinannya dapat memperkuat peran niniak mamak di masyarakat,” ujarnya.
Ke depan, kaum tersebut juga berencana mengadakan seminar dan pelatihan bagi para penghulu serta calon penghulu untuk memperdalam pemahaman tentang peran niniak mamak dalam adat dan pembangunan daerah.
Acara adat kemudian ditutup dengan makan bajamba dan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan serta mempererat silaturahmi antar anggota kaum dan para tamu undangan.(da*)


