Notification

×

Iklan

Pacu Kuda Derby Agam–Bukittinggi 2026 Berlangsung Meriah

Senin, 27 April 2026 | 08:19 WIB Last Updated 2026-04-27T01:48:02Z

Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, turut menghadiri gelaran Pacu Kuda

Bukik Ambacang, Rakyatterkini.com — Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, turut menghadiri gelaran Pacu Kuda Wisata Derby Agam–Bukittinggi 2026 yang berlangsung di Galanggang Bukik Ambacang pada Minggu (26/4).

Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias. Prosesi pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Wakil Bupati Agam sebagai simbol dimulainya perlombaan.

Perhelatan tahunan ini berlangsung semarak dengan partisipasi puluhan joki dari berbagai wilayah di Sumatera Barat, bahkan ada yang datang dari luar Pulau Sumatra.

Sejak pagi, arena pacuan telah dipadati peserta dan penonton. Galanggang Bukik Ambacang sendiri dikenal luas sebagai salah satu arena pacu kuda bersejarah di Minangkabau.

Tempat ini memiliki nilai historis tinggi karena tradisi pacu kuda sudah ada sejak masa sebelum kemerdekaan Indonesia dan menjadi bagian penting dari budaya masyarakat setempat.

Hingga kini, tradisi tersebut tetap lestari dan diminati karena tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga hiburan rakyat yang meriah dan mudah diakses.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Agam menegaskan bahwa pacu kuda bukan sekadar perlombaan, melainkan warisan budaya yang perlu terus dijaga.

Menurutnya, sebagai permainan tradisional yang berkembang menjadi olahraga nasional, pacu kuda memiliki akar sejarah yang kuat dalam kehidupan masyarakat.

“Pacu kuda adalah identitas budaya yang sangat berharga. Karena itu, kita harus menjaga dan melestarikannya agar tetap hidup dan menjadi kebanggaan daerah,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada prestasi, tetapi memiliki potensi besar dalam mendorong sektor pariwisata.

Melalui event ini, keunikan budaya lokal dapat diperkenalkan kepada wisatawan sehingga mampu menggerakkan kembali sektor pariwisata di Sumatera Barat, khususnya Agam dan Bukittinggi.

Sementara itu, Wali Kota Bukittinggi menjelaskan bahwa pacu kuda wisata derby merupakan agenda rutin yang telah masuk dalam kalender pariwisata daerah.

Pada tahun ini, sebanyak 80 kuda ambil bagian dalam 19 perlombaan yang telah disusun oleh panitia bersama tim steward.

Panitia juga menyediakan tiga kategori lomba tanpa biaya pendaftaran, yaitu draf bogie, sagalo, dan pemula.

Dari total 19 race yang digelar, delapan di antaranya dapat diikuti secara gratis sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan olahraga pacu kuda di daerah.

“Sebanyak 19 race dipertandingkan dengan berbagai kelas, mulai dari kelas tradisional draf bogie hingga kelas utama Derby 1.700 meter yang diikuti tiga kuda terbaik di Sumatera Barat,” jelasnya.

Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, diharapkan dapat melahirkan kuda-kuda unggulan serta joki-joki berbakat yang mampu berprestasi di tingkat regional maupun nasional, sekaligus memperkuat keberadaan pacu kuda sebagai olahraga tradisional yang terus berkembang di Sumatera Barat, khususnya di Agam dan Bukittinggi.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update