Notification

×

Iklan

NasDem Sumbar Protes Sampul Majalah Tempo

Kamis, 16 April 2026 | 10:47 WIB Last Updated 2026-04-16T03:47:00Z

​Sikap Resmi DPW NasDem Sumbar: Kritik Pers Harus Berpijak pada Fakta, Bukan Visual Provokatif

Padang, Rakyatterkini.com – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sumatera Barat menyampaikan keberatan resmi terhadap desain sampul Majalah Tempo edisi 12–17 April 2026 yang dinilai menimbulkan kontroversi.

Pernyataan sikap tersebut diserahkan langsung kepada Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat pada Rabu (15/4/2026) sebagai bentuk respons atas publikasi yang dianggap merugikan pihak tertentu.

Rombongan DPW NasDem Sumbar yang hadir dalam kesempatan itu terdiri dari sejumlah pengurus, di antaranya Musmaizer Dt Gamuak, Marta Suhendra, Ilyas Chandra, M. Yusuf, Budi Ramadhan, serta koordinator lapangan Wendy July Putra. 

Mereka diterima langsung oleh Ketua PWI Sumbar, Widya Navies. Kehadiran juga didukung perwakilan dari DPD, DPC, hingga DPRT se-Kota Padang sebagai bentuk kebersamaan kader partai.

Bidang Kebijakan Publik dan Isu Strategis DPW NasDem Sumbar, Nasrul A, menyampaikan bahwa ilustrasi pada sampul tersebut dinilai tidak proporsional dan berpotensi menimbulkan persepsi negatif terhadap Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh.

“Pers bebas merupakan bagian penting dari demokrasi yang harus dihormati, namun kebebasan tersebut tetap memiliki batas dan tanggung jawab agar tidak merugikan pihak lain,” ujarnya.

Dalam sikap resminya, DPW NasDem Sumbar menilai bahwa praktik jurnalistik seharusnya berlandaskan data dan fakta yang akurat, bukan sekadar visual yang dianggap provokatif dan dapat mempengaruhi opini publik. Langkah ini, menurut mereka, bukan untuk membatasi kritik, melainkan untuk menegakkan etika dalam pemberitaan.

Terdapat lima poin utama dalam pernyataan sikap DPW Partai NasDem Sumatera Barat, yaitu:

  1. Permintaan maaf terbuka kepada Majalah Tempo agar menyampaikan permohonan maaf kepada Ketua Umum Surya Paloh serta kader NasDem melalui seluruh kanal media.
  2. Peran PWI Sumbar untuk meneruskan keberatan ini kepada Dewan Pers sebagai bentuk pengawasan etika jurnalistik.
  3. Keberatan kader yang menilai sampul tersebut telah melukai perasaan dan berpotensi menciptakan opini publik yang tidak berimbang.
  4. Evaluasi Dewan Pers terhadap media terkait agar dilakukan peninjauan atas dugaan pelanggaran Kode Etik Jurnalistik (KEJ).
  5. Soliditas partai yang menegaskan bahwa seluruh jajaran NasDem tetap kompak menjaga marwah partai serta mendukung demokrasi yang sehat dan beretika..(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update