Notification

×

Iklan

Musrenbang Padang Pariaman Fokus RKPD 2027 dan Penanganan Stunting

Selasa, 07 April 2026 | 08:44 WIB Last Updated 2026-04-07T01:44:00Z



Padang Pariaman, Rakyatterkini.com— Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) terintegrasi untuk penyusunan Rancangan RKPD 2027 sekaligus Rembuk Stunting 2026 pada Senin (6/4/2026). Kegiatan ini berlangsung di Hall IKK Parik Malintang.

Agenda yang difasilitasi oleh Bapelitbangda Padang Pariaman tersebut menjadi wadah strategis untuk menyusun arah kebijakan pembangunan daerah, sekaligus memperkuat langkah percepatan penurunan angka stunting.

Sejumlah narasumber hadir dalam forum ini, di antaranya Wakil Bupati Rahmat Hidayat, Kepala Dinas Kehutanan Sumatera Barat Ferdinal Asmin yang mewakili gubernur, serta Guru Besar Universitas Andalas, Elfindri.

Selain itu, kegiatan juga diikuti oleh unsur Forkopimda, Wakil Ketua DPRD Padang Pariaman Firman, perwakilan Bappeda Provinsi Sumatera Barat, pimpinan perangkat daerah, para camat, hingga elemen masyarakat. Jumlah peserta tercatat mencapai 134 orang.

Dalam pemaparannya, Ferdinal Asmin menjelaskan berbagai indikator makro pembangunan di Sumatera Barat, seperti pertumbuhan ekonomi, tingkat kemiskinan, pengangguran, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), hingga gini rasio. Ia menegaskan pentingnya pertumbuhan ekonomi yang mampu membuka lapangan kerja agar angka pengangguran dapat ditekan dan kesejahteraan masyarakat meningkat.

Ia juga menguraikan sejumlah prioritas pembangunan, meliputi pemerataan akses pendidikan dan peningkatan layanan kesehatan, penguatan peran Sumatera Barat sebagai daerah penghasil pangan, pengembangan nagari sebagai basis pembangunan, penguatan sektor perdagangan dan usaha, serta pembangunan infrastruktur yang responsif terhadap risiko bencana.

Sementara itu, Rahmat Hidayat menyampaikan bahwa Musrenbang menjadi momen penting untuk menyelaraskan visi, misi, serta program pembangunan daerah. Ia mengungkapkan tema pembangunan Kabupaten Padang Pariaman tahun 2027 yakni “Transformasi Ekonomi Daerah yang Inklusif dan Berkelanjutan Berbasis Ketahanan Pangan, Kesejahteraan Sosial, dan Pemulihan Pascabencana.”

Menurutnya, tema tersebut mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, meningkatkan kesejahteraan sosial, serta mempercepat proses pemulihan pascabencana.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Rembuk Stunting sebagai upaya menekan prevalensi stunting di daerah. Rahmat menyebut, berdasarkan data tahun 2024, angka stunting di Padang Pariaman mengalami peningkatan sehingga dibutuhkan kerja sama lintas sektor untuk menurunkannya.

“Penanganan stunting harus melibatkan semua pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat,” tegasnya.

Acara kemudian ditutup dengan penandatanganan berita acara Musrenbang oleh Wakil Bupati bersama para pimpinan yang hadir sebagai wujud komitmen terhadap perencanaan pembangunan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.(suger)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update