Padang, Rakyatterkini.com – Provinsi Sumatera Barat disebut telah melakukan berbagai upaya pemulihan pascabencana banjir dan longsor sejak beberapa waktu lalu, bahkan termasuk daerah yang dinilai cukup cepat bangkit.
Meski begitu, proses perbaikan belum sepenuhnya merata, terutama pada sektor pertanian yang masih berjalan lambat.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyoroti keterlambatan penanganan lahan sawah yang terdampak bencana di wilayah tersebut. Ia mengingatkan agar pemerintah daerah segera mempercepat langkah, bahkan memberi sinyal bahwa anggaran dari pemerintah pusat bisa saja ditarik jika tidak ada perbaikan kinerja.
Kondisi ini juga mendapat perhatian dari Anggota DPR RI, Andre Rosiade. Melalui pernyataan resminya di media sosial Instagram, ia menyampaikan kekecewaan terhadap kinerja pemerintah daerah Sumbar dalam menangani persoalan tersebut.
Andre menjelaskan, dua hari sebelum kunjungan Menteri Pertanian ke Sumbar, dirinya dihubungi untuk mendampingi perjalanan tersebut. Namun karena ada tugas kenegaraan, ia tidak dapat hadir dan telah menyampaikan permohonan maaf.
Meski begitu, ia tetap diminta untuk mengoordinasikan pertemuan antara Menteri Pertanian dengan tujuh kepala daerah di Sumbar di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), guna membahas rencana pencetakan sawah baru serta pemulihan lahan pertanian yang rusak akibat bencana. Pertemuan tersebut disebut berhasil terlaksana dengan kehadiran para bupati dan wali kota terkait.
Setelah kunjungan itu, menurut Andre, Menteri Pertanian kembali menghubunginya dan menyampaikan kekecewaan terhadap lambannya respons pemerintah daerah dalam menangani sektor pertanian.
Ia juga mengaitkan kondisi ini dengan pengalaman sebelumnya saat bencana lahar dingin pada 2024, di mana penanganan dari dinas terkait dinilai tidak sigap. Saat itu, ia mengaku harus turun tangan dengan menghubungi Menteri Pertanian hingga akhirnya pejabat pusat diturunkan langsung untuk memastikan bantuan pemerintah segera dijalankan, khususnya di wilayah Agam dan Tanah Datar.
Andre pun mempertanyakan mengapa kesalahan serupa masih terulang, dan berharap pemerintah daerah dapat belajar dari pengalaman sebelumnya. Ia menegaskan bahwa kritik yang disampaikannya merupakan bentuk kepedulian terhadap Sumatera Barat sebagai daerah asalnya, dengan harapan pembangunan ke depan bisa berjalan lebih baik.
Di akhir pernyataannya, ia mengingatkan agar para pejabat daerah lebih fokus pada kerja nyata dan percepatan realisasi program, mengingat dukungan dari pemerintah pusat dinilai sudah cukup besar.(da*)


