Notification

×

Iklan

MBG Sabtu Dihapus, Negara Hemat Rp1 Triliun per Hari

Selasa, 28 April 2026 | 18:34 WIB Last Updated 2026-04-28T11:34:00Z

Presiden Prabowo kunjungi dapur makan bergizi gratis di Rawamangun

Jakarta, Rakyatterkini.com – Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyampaikan bahwa penghapusan penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada hari Sabtu berpotensi memberikan penghematan anggaran hingga sekitar Rp1 triliun setiap harinya.

Kebijakan ini merupakan bagian dari langkah penyesuaian atau refocusing belanja pemerintah agar program prioritas dapat berjalan lebih efisien serta memiliki dampak yang lebih optimal.

Juda menjelaskan, sebelumnya MBG juga disalurkan pada hari Sabtu. Namun kini kebijakan tersebut dihentikan karena dinilai kurang efektif, mengingat peserta didik tidak perlu hadir ke sekolah hanya untuk menerima jatah makanan.

Dengan perubahan ini, pemerintah memperkirakan penghematan bisa mencapai sekitar Rp4 triliun per bulan, atau setara kurang lebih Rp50 triliun dalam satu tahun anggaran. Selain itu, distribusi MBG juga tidak dilakukan pada masa libur sekolah sebagai bagian dari penataan program.

Ia menegaskan bahwa pemerintah tetap melanjutkan program-program prioritas, namun dengan pendekatan yang lebih terarah dan tepat sasaran. Penyesuaian ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program.

Pemerintah juga melakukan evaluasi terhadap satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG). Unit yang tidak memenuhi standar gizi yang telah ditetapkan akan dihentikan sementara operasionalnya.

Lebih lanjut, Juda menuturkan bahwa langkah pengendalian belanja ini penting untuk menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap stabil di tengah dinamika harga minyak dunia.

Di sisi lain, pemerintah juga memilih untuk menahan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi guna menjaga daya beli masyarakat, meskipun kebijakan tersebut berdampak pada meningkatnya beban subsidi negara.

Sebagai penyeimbang, pemerintah memperkuat pengelolaan belanja serta mengoptimalkan penerimaan negara, termasuk melalui sistem perpajakan berbasis coretax dan pemanfaatan potensi dari komoditas unggulan seperti batu bara serta minyak sawit mentah (CPO).(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update