Padang, Rakyatterkini.com – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan keseriusan pemerintah daerah dalam memperkuat peran industri lokal sebagai fondasi utama pembangunan di wilayahnya.
Salah satu strategi yang dilakukan adalah mengutamakan penggunaan produk dalam negeri, khususnya hasil industri lokal, sebagai bahan utama dalam berbagai proyek pembangunan yang dikelola pemerintah.
Menurut Mahyeldi, penguatan sektor industri lokal menjadi langkah penting untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di tengah dinamika global yang terus berkembang.
Ia menambahkan, pemerintah daerah berupaya memastikan ketiga aspek tersebut berjalan selaras, sekaligus memperkuat daya tahan daerah dalam menghadapi tantangan ekonomi global.
Sebagai contoh, Mahyeldi menyoroti industri semen sebagai sektor strategis yang memiliki kontribusi besar terhadap pembangunan infrastruktur dan penyerapan tenaga kerja, terutama melalui peran PT Semen Padang.
Selain itu, pemerintah juga mendorong inovasi melalui pengembangan produk semen ramah lingkungan atau green cement. Salah satu wujudnya adalah peluncuran produk SEPABLOCK (Semen Padang Bata Interlock) yang berbasis semen PCC.
Produk ini dinilai memiliki sejumlah keunggulan, seperti ketahanan terhadap gempa, efisiensi biaya konstruksi, serta kemampuan mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 37,5 persen.
Mahyeldi menilai langkah yang diambil Semen Padang sudah tepat, karena menghadirkan produk yang tidak hanya ekonomis tetapi juga mendukung prinsip pembangunan berkelanjutan.
Lebih lanjut, Pemerintah Provinsi Sumbar juga telah mengajukan usulan kepada Kementerian Pekerjaan Umum agar penggunaan green cement dapat diprioritaskan dalam proyek infrastruktur, khususnya di wilayah Sumatera Barat.
Ia menegaskan, pemerintah daerah ingin memastikan produk lokal, terutama yang ramah lingkungan, menjadi pilihan utama dalam setiap proyek pembangunan pemerintah.
Kebijakan ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi atas isu lingkungan, tetapi juga mampu meningkatkan daya saing industri semen lokal, sekaligus mendukung visi Sumatera Barat sebagai provinsi hijau dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif bagi masyarakat sekitar kawasan industri.(da*)


